Jagung telah menjadi tanaman yang tidak hanya penting untuk pangan, tetapi juga untuk pakan (Sumber: haibunda.com)
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Dewan Jagung Nasional (DJN) mengadakan webinar berjudul “16 Tahun Bantuan Benih Jagung”, via Zoom, Kamis (28/4). Tujuan dari webinar tersebut yaitu mencari format baru agar bantuan kepada petani tepat sasaran.
Prof. Dr. Ir. Fadel Muhammad selaku Ketua Umum Dewan Jagung Nasional dalam sambutan pembuka acara mengatakan bahwa diperlukan pemberian benih yang baik untuk petani. Berdasarkan pengamatannya, selama ini benih yang diberikan masih dibawah standar, sehingga menghasilkan produk dengan harga yang kurang baik.
Dr. Ir. Anton Apriyantono, MS selaku mantan Menteri Pertanian 2004-2009 yang memulai bantuan benih jagung 16 tahun silam mengatakan bahwa saat ini petani harus mulai didorong untuk berkoperasi dan melakukan perbaikan di pascapanen demi menunjang produksinya dan kesejahteraannya.
Baca Juga: Jagung Bermasalah Saat Industri Unggas Terus Tumbuh
“Kita harus mendukung petani dengan berkoperasi dan disediakan seperti traktor, gudang, dan sistem pengering,” jelasnya.
Berkaitan dengan bibit, berbeda dengan pendapat Fadel, Ir. Mindo Sianipar selaku anggota Komisi IV DPR RI, berdasarkan pandangannya memang bibit yang sudah diberikan sudah memiliki kondisi yang baik karena sudah diuji oleh Kementerian Pertanian.
Masih menurutnya, saat ini yang diperlukan yaitu zonasi untuk tiap benih jagung. “Jadi kita lihat, benih mana yang cocok untuk daerah yang mana,” ujarnya.
Dukungan untuk petani agar membentuk koperasi turut diutarakan oleh Dr. Ir. Suwandi, M.Si selaku Dirjen Tanaman Pangan. Menurutnya hal tersebut tidak hanya menyelesaikan dari aspek sarana produksi seperti benih dan pupuk, tetapi juga pemasaran, silo, dryer, dan sistem logistik. “Harus ada satu pintu agar terkelola dengan baik,” ujarnya.