Suasana silaturahmi peternak ayam priangan
POULTRYINDONESIA, Ciamis – Ditengah ketidakpastian harga jual ayam ras pedaging hidup tingkat peternak (on farm) yang kerap menghantui peternak rakyat di seluruh Indonesia, peternak ayam di wilayah Priangan Jabar menggelar kegiatan silaturahim dan konsolidasi Peternak yang tergabung dalam Perkumpulan Peternak Ayam Priangan pada Senin (21/02) di Ciamis.
Baca juga : Harga Kembali Turun, Peternak Kembali Berembuk
Isu yang disoroti oleh para peternak ialah mengenai Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 7 tahun 2020 yang dinilai sudah sangat memperlihatkan sikap pro peternak rakyat dengan mengatur ayam hidup di tingkat peternak pada kisaran Rp. 19.000 – Rp 21.000 per kg. Akan tetapi menurut Kuswara Sukarman selaku sekretaris Perkumpulan Peternak ayam Priangan, fakta di lapangan peraturan tersebut tidakterealisasi. “Kenyataan sampai hari ini peternak masih menderita kerugian dengan harga DOC (Day Old Chick) saat ini Rp. 8000 – Rp. 8.500 per ekor serta harga pakan terus naik yang sudah banyak menyentuh di Rp. 8.500 per kg,” ujar Kuswara melalui siaran pers yang dikirim kepada awak media Senin, (2/21).
Kegiatan yang dihadiri oleh puluhan peternak ini menyatakan bahwa sikap perkumpulan yang sudah lama berdiri di wilayah Priangan Provinsi Jawa Barat menginginkan kepedulian pemerintah terhadap nasib peternak agar solusi yang hadir harus berkelanjutan dan pro terhadap peternak rakyat. Menurut Ketua Perkumpulan Peternak Ayam Priangan yaitu Jogin Setiadin masih dalam rilis yang sama, berpendapat bahwa masalah ini akan terus terjadi, karena semenjak dari tahun 2009 hingga saat ini, persoalan seperti supply-demand, dengan adanya pandemi covid, cutting DOC dan sebagainya tidak terselesaikan.
“Menurut saya, saat ini pun penyebabnya lebih banyak karena over supply. Adanya program cutting ini seharusnya pemerintah harus memperketat pengawasan di lapangan,” ujar Jogin.
Dalam acara tersebut, hadir pula peternak layer (petelur) H. Ismail menyatakan bahwa peternak layer pun kewalahan dengan situasi sekarang karena HPP mencapai Rp. 20.000 – Rp.21.000 per kg, namun harga bulan ini pernah menyentuh Rp. 14.00-Rp.15.000 per kg. “Saya minta pemerintah hadir untuk peternak di wilayah kami,” ucap Ismail.