Ayam lokal pada kandang individual
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Ayam Hias atau yang biasa disebut Ayam Hobi merupakan salah satu kekayaan Indonesia yang harus terus dilestarikan dan dikembangkan dengan sebaik-baiknya.
Hal tersebut mengemuka dalam seminar virtual Poultry Indonesia Forum edisi ke-9, melalui aplikasi Zoom, Sabtu (20/2).
Acara yang mengangkat tema “Sinergi Lestarikan Ayam Hias Asli Indonesia” ini diselenggarakan oleh Poultry Indonesia dan diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang mulai dari praktisi, perusahaan pemerintahan, akademisi hingga peneliti.
Tarmudi, Ketua Perkumpulan Peternak Ayam Cemani (Pertemani), mengungkapkan bahwa ayam hias khususnya ayam cemani merupakan ayam asli dari Indonesia yang harus terus dijaga dan dikembangkan.
“Pemeliharaan ayam cemani relatif mudah dan seperti ayam kampung seperti biasa. Selain itu dari segi pasar dan permintaan masih sangat luas baik dari dalam maupun luar negeri,” jelasnya.
Dirinya berharap pemerintah bisa lebih menaruh perhatian dan membina para komunitas pecinta ayam hias ini serta pemerintah dapat membuat kegiatan tahunan seperti pameran untuk pengembangan ayam hias Indonesia.
Dalam kesempatan yang sama, Odenk, Ketua Komunitas Ayam Kate Indonesia (KAKI) menyampaikan bahwa ayam kate sebagai ayam asli Indonesia saat ini tengah berkembang dengan pesat baik dari sisi penggemar, pamor dan harganya.
“Ayam kate mempunyai potensi bisnis yang besar. Setiap tahun, permintaan ayam kate semakin meningkat, dan diikuti dengan berdirinya komunitas-komunitas pecinta ayam kate di berbagai daerah,” ujarnya.
Baca Juga: Ketersediaan Bibit Kunci Utama Pengembangan Usaha Ayam Lokal
Untuk terus mendorong perkembangan dari ayam kate, KAKI rutin menggelar pameran dengan tujuan pengenalan dan edukasi terhadap masyarakat umum.
Upaya pengembangan ayam hias Indonesia juga dilakukan oleh Edy Pujiyatmiko, selaku pencipta aplikasi Kandang Juara. Kandang Juara merupakan aplikasi yang memudahkan para penghobi atau pecinta hewan peliharaan untuk mendapatkan informasi melalui microchip berupa ring/gelang, kalung atau bioglas implant yang dipasang pada hewan kesayangan.
“Melalui microchip ini, kita bisa mengunggah dan mempublikasikan hewan peliharaan kita ke dalam aplikasi sehingga kita bisa mengaksesnya di smart phone masing-masing. Kandang juara akan mengelola data individu hewan kesayangan kita untuk menjaga trah asli yang dimilikinya beserta keturunannya, serta mencatat prestasi-prestasi yang pernah diperoleh,” ujarnya.
Sementara itu, akademisi yang juga merupakan pecinta ayam hias, Prof. James Hellyward, menjelaskan bahwa pengembangan ayam hias dapat dikolaborasikan dengan pariwisata daerah setempat.
Selain itu, menurutnya pelestarian dan pengembangan ayam hias ini memerlukan campur tangan dari semua pihak.
“Sebagai perwakilan akademisi dan peneliti, saya berkomitmen bersama-sama para peternak dan komunitas ayam hias dalam forum ini akan mendorong dan mendukung pelestarian dan pengembangan ayam hias Indonesia,” tegas Guru Besar Fakultas Peternakan Universitas Andalas ini.