Aksi damai peternak di Gedung C Kementerian Pertanian
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Peternak ayam ras yang tergabung dalam Perhimpunan Peternakan Rakyat Nasional (PPRN) menggelar aksi damai di Kompleks Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan (28/7). Para peserta aksi langsung diterima oleh Sekretaris Ditjen PKH Nasrullah untuk melakukan audiensi di Gedung C lt.6 Kementerian Pertanian.
Menurut Alvino selaku ketua PPRN mengatakan bahwa kali ini para peternak menginginkan agar harga livebird di pasaran sesuai dengan Biaya Pokok Produksi (BPP) peternak yang berada di kisaran Rp 18.500- Rp.20.000 per kilogram. “Kami disini hanya ingin kepastian harga agar sesuai dengan harga acuan Permendag No 7 Tahun 2020. Menurut kami yang penting itu harga,” ungkap Alvino.
Ia pun berkata bahwa beberapa waktu yang lalu harga ayam hidup di peternak untuk wilayah Jawa Tengah bahkan menyentuh Rp 10.000 per kilogramnya. Maka dari itu, ia meminta kepada pemerintah agar dapat memberikan perlindungan untuk keberlangsungan usaha mereka. “Dari peternak mandiri sendiri kami disini meminta perlindungan Pemerintah, caranya dengan menaikkan harga jual diatas BPP para peternak,” jelas Alvino.
Baca Juga: PPRN Demonstrasi untuk Stabilisasi
Alvino juga menambahkan, ketika beberapa waktu yang lalu harga ayam hidup sempat mengalami anomali yaitu kenaikan harga yang cukup tinggi diatas Rp 22.000, hal ini disebabkan oleh para peternak yang mengurangi chick in karena kemampuan finansial para peternak yang terbatas sehingga mengurangi jumlah ayam yang dipelihara.
“Kemarin di masa pandemi banyak yang bilang permintaan menurun tetapi harga ayam hidup naik sampai diatas Rp 22.000. Hal ini tidak masuk akal karena memang pada saat itu kandang peternak mandiri banyak yang belum siap produksi karena panen tertunda dan banyak yang tidak punya uang,” keluhnya.