POULTRYINDONESIA, Pati – Kepastian akan pasokan bibit ayam atau day old chick (DOC) akhirnya diperoleh para peternak mandiri di Kabupaten Pati setelah Kementerian Pertanian (Kementan) mempertemukan mereka dengan perusahaan pembibitan unggas dalam sebuah forum koordinasi.
Forum yang berlangsung di Kantor Bupati Pati pada Minggu, (21/2/2026) itu dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Agung Suganda bersama Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra.
Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU) dan Persaudaraan Peternak Mandiri Pantura (PPMP) turut dilibatkan dalam pertemuan yang difasilitasi Pemerintah Kabupaten Pati dan Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah tersebut.
Agung menegaskan bahwa kepentingan peternak mandiri dan perusahaan pembibitan tidak seharusnya dibenturkan. Kedua kepentingan ini bukan untuk dipertentangkan, melainkan untuk diseimbangkan.
“Kapasitas produksi DOC secara nasional sebenarnya sudah mencukupi. Yang selama ini menjadi persoalan adalah saluran distribusinya. Pemerintah pun hadir bukan untuk memihak salah satu pihak, tapi memastikan tata niaga berjalan sehat,” tegasnya.
Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra menyebut kebutuhan ayam di wilayahnya sangat tinggi, sehingga pasokan DOC yang stabil menjadi kebutuhan mendesak. Ia menargetkan pasokan minimal 1.000 box DOC per minggu dapat segera mengalir ke kandang-kandang peternak lokal.
Di sisi peternak, sambutan positif datang dari Sekretaris Jenderal PPMP, Barry. Ia menyebut kesepakatan ini menjadi angin segar bagi peternak yang selama ini kesulitan mendapatkan DOC secara pasti.
“Dengan adanya kesepakatan ini peternak bangkit. Ini menjadi gairah baru bagi kami, saya pun mengajak anggota yang lain untuk berjalan bersama dan membangun kemitraan yang lebih kuat,” ungkap Barry.
Dari pihak GPPU, Ketua IV Asrokh Nawawi menyatakan kesiapan organisasinya untuk menindaklanjuti hasil pertemuan dengan melakukan verifikasi terhadap peternak mandiri yang membutuhkan DOC.
Sejumlah poin penting termuat dalam dokumen komitmen bersama yang ditandatangani dalam forum itu. Kebutuhan DOC final stock ayam ras pedaging bagi anggota PPMP disepakati dipenuhi secara kontinu dengan jadwal chick in minimal 1.000 box per minggu. Perusahaan pembibitan juga berkomitmen menginventarisasi ketersediaan DOC dan mengoptimalkan distribusinya mulai akhir Februari 2026, tanpa bundling pakan.
Terakhir, Agung menambahkan, momentum pertemuan ini sengaja dipilih menjelang Idulfitri karena stabilitas pasokan ayam selama HBKN menjadi perhatian nasional.
“Saya berharap setelah adanya kesepakatan ini tidak ada lagi ruang bagi kesalahpahaman. Yang ada adalah komunikasi terbuka dan tanggung jawab bersama,” pungkasnya.
Dapatkan informasi lainnya mengenai Industri Perunggasan di Indonesia dengan bergabung bersama kami di WhatsApp Channel Poultry Indonesia