Peternak Mojokerto menyampaikan aspirasinya pada DPRD
POULTRYINDONESIA, Mojokerto – Kondisi harga telur ayam ras yang cenderung naik turun, sementara kondisi harga pakan mengalami kenaikan secara berkala, hal inilah yang mendasari para peternak layer yang terkumpul dalam Kelompok Ternak Maju Bersama mengadakan pertemuan dengan anggota DPRD Provinsi Jawa Timur yang bertempat di Desa Mbencirang, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, Rabu (17/2).
Hadi Suyono selaku Ketua Kelompok Ternak Maju Bersama dalam acara tersebut mengharapkan agar ada standar harga baik telur maupun pakan agar peternak lebih tenang.
Selain itu kalau dimungkinkan ada bantuan pengering jagung dari pemerintah agar bisa mengolah jagung yang bertujuan supaya kadar airnya lebih rendah.
Sementara itu SW. Nugroho yang merupakan anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi PDIP juga turut prihatin tentang ketidakberdayaan peternak dalam melawan oligopoli bidang peternakan.
Baca Juga: Peternak Diimbau Bersiap Hadapi Kelangkaan DOC Layer Tahun Depan
Nugroho berujar bahwa yang paling berpotensi untuk melawan itu adalah pemerintah, akan tetapi pemerintah sendiri belum sampai ke situ, ditambah lagi anggaran APBD untuk bidang pertanian sangat kecil.
“APBD untuk pertanian termasuk peternakan sekitar 1,6 triliun rupiah dari total APBD yang sebesar 36 triliun rupiah. Sementara pemerintah pusat cenderung menitikberatkan pada bidang kesehatan dan pendidikan,” jelasnya.
Anggaran APBD untuk pertanian di tahun ini sangat minim, akan tetapi pemerintah sedang mengupayakan agar tahun depan ada kenaikan anggaran supaya bisa leluasa dalam pengembangan bidang pertanian termasuk peternakan.
Dalam pertemuan itu, Nugroho akan mengusahakan pengering jagung bagi para peternak. Menurut informasi yang ia terima, Bulog sebenarnya juga sudah mempunyai pengering dengan beragam bahan bakar yang bisa digunakan. Namun untuk saat ini mangkrak tidak digunakan dengan alasan biaya operasional.