Bisnis peternakan masih memiliki peluang yang menjanjikan
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Bisnis peternakan merupakan referensi peluang usaha yang cukup menjanjikan. Hal ini didukung dengan wilayah Indonesia yang memiliki lahan luas lagi subur untuk membuat pakan ternak. Namun sayangnya, masih banyak masyarakat Indonesia yang belum menyadari hal itu.
Audy Joinaldi selaku Presiden Direktur Perkasa Grup yang juga narasumber pada acara webinar bertemakan “Membangun Usaha Sektor Peternakan, yang Muda yang Berkarya”, Minggu (28/6), menyampaikan bahwa produk peternakan memiliki nilai ekonomis yang tinggi, tetapi sayangnya, konsumsi masyarakat Indonesia terhadap produk peternakan masih sangat rendah jika dibandingkan dengan negara-negara di ASEAN lainnya, bahkan sudah nyaris dikalahkan oleh Vietnam.
“Hal ini menjadi peluang bisnis untuk menciptakan usaha di sektor peternakan. Ada lima hal yang menjadi perhatian dalam membangun bisnis peternakan antara lain alam, hukum, tahu caranya, pengetahuan, dan uang,” jelasnya.
Sementara itu, menurut Edgina Burton, Direktur CV Sari Burton, menuturkan bahwa dalam memulai bisnis itu harus mempunyai tujuan, tekad yang kuat, kerja keras dan pandai mengambil peluang. Selain itu, yang tak boleh luput untuk menjadi pertimbangan juga adalah tim yang kuat dan solid. “Visi dan misi yang sama bersama rekan tim itu penting untuk membangun sebuah bisnis,” tutur Burton.
Baca Juga: Wahyoo Selenggarakan Bincang Inovasi Bisnis UKM
Kolaborasi bersama stakeholder pemerintah juga menjadi acuan akan kemajuan usaha di sektor peternakan. Hal ini didukung oleh pernyataan Fini Murfiani. Dalam paparannya, ia menyebutkan bahwa pemerintah sebagai regulator, inisiator, katalisator, dan pendukung tidak akan dapat menjalankan tugas dengan baik tanpa masukan dan sinergi dengan masyarakat peternakan Indonesia.
Masih menurut Fini, dukungan pemerintah dalam membangun usaha peternakan dapat dilihat dari adanya pengembangan kawasan korporasi peternak, menumbuhkembangkan peternak milenial, pengembangan kemitraan, peningkatan akses pembiayaan atau permodalan, pengembangan pemasaran dan pengembangan investasi.
“Kecenderungan penurunan peternak muda menimbulkan kekhawatiran akan terjadi krisis peternak muda sehingga pemerintah perlu melakukan regenerasi peternak melalui peternak milenial,” jelas Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, Ditjen PKH, Kementan ini.