POULTRYINDONESIA, Malang – Global warming merupakan permasalah dunia yang kini harus dihadapi. Sedangkan bagi dunia peternakan, hal ini merupakan dua sisi yang berbeda, dimana sektor ini sebagai penyumbang adanya global warming dan di sisi lain juga menjadi sektor yang terdampak atas adanya global warming ini.
Hal ini seperti disampaikan oleh drh. Gretania Residiwati, M.Si., PhD, Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Brawijaya (UB) yang bertindak sebagai Invited Speaker dalam acara The 3rd International Conference on Animal Science and Veterinary Medicine for Students (3rd ICAVETS) yang berlangsung secara daring via Zoom, Rabu (27/7).
Menurut Gretania adanya global warming merupakan sumbangan dari banyak elemen seperti industri, transportasi dan juga sektor peternakan. Kemudian dampak dari adanya global warming adalah adanya perubahan iklim. Suhu yang lebih hangat lambat laun mengubah pola cuaca dan mengganggu keseimbangan alam yang normal. Hal ini menimbulkan banyak risiko bagi manusia dan semua bentuk kehidupan lain di bumi. Suhu yang lebih tinggi dapat meningkatkan penyakit, termasuk penyakit pada dunia peternakan.
Baca Juga: Konsep Agregator Untuk Kemajuan Peternakan Kedepan
“Pada kondisi yang sudah terjadi, sebaiknya kita meningkatkan keamanan dan biosecurity pada dunia peternakan, meningkatkan kualitas genetik berdasarkan jenis lokal setempat, meningkatkan kualitas makanan untuk menghadapi heat stress dan memperbaiki manajemen kandang,” sarannya.
Sementara Invited Speaker yang lain, Associate Professor Ricardo Soares School of Veterinary Science Faculty of Science, The University of Queensland – Australia, mengungkapkan tentang pentingnya melakukan surveilans terhadap lingkungan, demi terwujudnya satu kesehatan dunia (one health). Sebab, hubungan antara hewan dan lingkungan seringkali kurang dipahami secara sempurna.