POULTRYINDONESIA, Jakarta – Pertanian yang berkelanjutan atau sustainable farming terus menjadi bahasan hangat. Trouw Nutrition bekerja sama dengan Nutreco menyelenggarakan konferensi global industri feed-to-food ke-10 yang secara virtual disiarkan langsung pada website AgriVision, Kamis (7/10).
Baca juga : Sitasi untuk Data Pertanian yang Berkelanjutan
Dengan mengangkat tema “Future Matters”, Nutreco dan Trouw Nutrition mengangkat isu dampak dari keputusan yang dibuat oleh generasi sekarang untuk generasi yang akan datang. Acara ini menawarkan pembicaraan seputar agribisnis yang berkelanjutan dan memungkinkan para peserta, utamanya pelanggan Nutreco dan Trouw Nutrition untuk menemukan solusi permasalahan pakan mereka.
Dihadiri oleh setidaknya 1.500+ peserta dan menghadirkan tidak kurang dari 22 pembicara, yang mencakup excecutive board-level dari industri makanan dan agribisnis, pejabat publik, perwakilan LSM, beberapa startup yang cukup menjanjikan, serta akademisi ternama.
Berdasarkan penuturan dari Emmanuel Faber selaku mantan ketua dan CEO dari Danone mengemukakan pendapatnya mengenai praktik pangan berkelanjutan. Menurutnya, perusahaan-perusahaan besar harus bisa meningkatkan kualitas nutrisi makanan sembari memulihkan keanekaragaman hayati.
“Salah satu hal terpenting dalam sebuah sistem adalah manajemen risiko sistemik,” ujar Emmanuel.
Dalam acara ini, hadir pula Fulco van Lede selaku CEO Nutreco dan Saskia Korink selaku CEO Trouw Nutrition & COO Animal Nutrition Nutreco. Kedua pejabat tinggi dari Nutreco dan Trouw Nutrition ini setuju dengan pendapat Emmanuel mengenai pangan yang dihasilkan secara berkelanjutan.
“Populasi global terus bertambah dan sumber daya planet ini terbatas. Untuk memenuhi tantangan memberi makan semua orang, kita perlu memperhatikan berkelanjutannya. Hal ini dapat mendorong inisiatif pengembangan protein alternatif, tetapi inovasi juga menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaannya,” tutur Saskia.