POULTRYINDONESIA, Kupang – PINSAR Indonesia bersama infovet dan didukung oleh Dinas Peternakan dan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi Nusa Tenggara Timur menggelarkan acara puncak Hari Ayam dan Telur Nasional (HATN) di kantor Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kota Kupang, Jumat (15/10). Acara ini merupakan bagian dari rangkaian acara HATN yang telah dilaksanakan dari hari Kamis, 14 Oktober.
Baca juga : Pinsar Indonesia Gelar Edukasi Ayam dan Telur melalui Lomba Tiktok dan Poster
Acara puncak HATN yang bertajuk “Ayam dan Telur Tingkatkan Imunitas dan Kesehatan” ini dihadiri oleh Johanna E. Lisapaly, S.H.M., Si. Selaku Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT, Siti Romlah S.K.M., M.Si. selaku ahli gizi, dan Ricky Bangsaratoe, SE. selaku Ketua Pelaksana Pusat HATN sekaligus mewakili PINSAR Indonesia.
Acara ini diawali dengan sesi seremoni berupa makan ayam dan telur bersama seluruh peserta. Agenda selanjutnya beralih ke prosesi penyerahan secara simbolis sumbangan ayam dan telur kepada peserta. Acara disambung dengan edukasi mengenai protein ayam dan telur serta press conference dan talkshow.
Besarnya kasus stunting di Provinsi NTT membuat pemerintah untuk terus berupaya menangani kasus tersebut. Stunting merupakan suatu kondisi dimana seorang anak memiliki tinggi badan dibawah rata-rata dari anak seharusnya. Salah satu upaya mengatasi masalah stunting ialah dengan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya konsumsi daging ayam dan telur sebagai pemenuhan gizi masyarakat.
“Tujuan diadakannya HATN ini untuk mengedukasi kepada masyarakat bahwa konsumsi ayam dan telur itu penting. Acara ini dilaksanakan di NTT karena di sini merupakan daerah yang memiliki banyak kasus stunting jadi kami pikir NTT adalah tempat yang tepat untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya konsumsi daging ayam dan telur,” ujar Ricky
Siti menyampaikan bahwa ayam dan telur merupakan sumber protein hewani yang mudah didapat apabila dibandingkan dengan sumber protein hewani lainnya. Disamping harganya yang murah, daging ayam dan telur juga memiliki banyak manfaat bagi tubuh.
“Ayam dan telur ini adalah salah satu sumber protein hewani. Ayam dan telur ini sangat baik untuk meningkatkan pertumbuhan dan imunitas. Dalam 100 gram daging ayam mengandung 18 gram protein dan 20 gram lemak. Sedangkan pada 1 butir telur memiliki 6 gram protein dan 7 gram lemak,” ujar Siti.
Selain untuk menanggapi besarnya kasus stunting di NTT, Johanna mengungkapkan bahwa potensi perunggasan di NTT sangat besar apabila ditinjau dari segi ekonomi. Kedepannya, pemerintah menargetkan Timor Leste yang merupakan tetangga terdekat NTT menjadi target utama untuk ekspor daging ayam dan telur.
“NTT berpeluang untuk melakukan ekspor ke Negara Timor Leste. Namun, pemerintah Tiimor Leste memberikan syarat bahwa jika ingin mengekspor daging ayam ke negaranya harus memiliki regulasi bebas avian influenza. Oleh karena itu pemerintah provinsi NTT sedang berupaya untuk mengantongi regulasi tersebut,” Kata Johanna.
Masih dalam kesempatan yang sama, Johanna juga memberikan keterangan bahwa untuk menjawab tantangan dan potensi tersebut harus didampingi dengan produksi ayam dan telur yang merata. Tingginya biaya sapronak dan pakan merupakan masalah utama di Provinsi NTT. Pemerintah melalui dinas peternakan saat ini sedang menggencarkan pembangunan pabrik pakan di Pulau Timor, Pulau Flores, dan Pulau Sumba. Pembangunan pabrik pakan ini diharap dapat menekan biaya produksi ayam sehingga semakin banyak peternak yang menginginkan beternak ayam dan mampu meningkatkan produksi.