Atalia Praratya Kamil (Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Barat) saat memberikan bantuan telur untuk meningkatkan gizi masyarakat Jabar
POULTRYINDONESIA, Bandung – Sebagian masyarakat kita memang belum menyadari betul bahwa telur dan daging ayam merupakan makanan sumber protein hewani yang diperlukan oleh tubuh yang sangat murah dan mudah didapat.
Di sisi lain, data OECD (Organization for Economic Cooperation Development) menunjukkan dengan pendapatan per kapita masyarakat Indonesia yang di atas Filipina dan Vietnam, konsumsi daging ayam masyarakat Indonesia kalah dengan dua negara tersebut. Dari sini dapat disimpulkan bahwa konsumsi daging ayam dan telur yang masih rendah bukan semata-mata karena daya beli masyarakat melainkan karena pola belanja masyarakat yang tidak memprioritaskan kesehatan.
Menanggapi hal tersebut, Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar Indonesia) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggelar bakti sosial dengan membagikan 5.000 paket ayam dan telur yang akan disumbangkan ke wilayah Bandung Raya dengan fokus daerah kasus stunting.
Acara yang digelar di Gedung Pakuan Bandung, Sabtu (29/5) ini merupakan rangkaian kegiatan Edukasi Protein Ayam dan Telur 2021 yang mana sebelumnya sudah digelar berbagai acara seperti Webinar tentang “Gizi Ayam dan Telur untuk Meningkatkan Imunitas dan Kesehatan” pada tanggal 25 Mei 2021, serta Talkshow yang dilaksanakan tanggal 28 Mei 2021 di Kompas TV dan Radio Raka FM Bandung.
Rangkaian acara Edukasi Protein Ayam dan Telur 2021 sendiri merupakan rangkaian kegiatan menuju Hari Ayam dan Telur Nasional yang jatuh pada tanggal 15 Oktober 2021.
Uu Ruzhanul Ulum selaku Wakil Gubernur Jawa Barat, dalam sambutannya mengatakan Jawa Barat yang merupakan salah satu sentra penghasil produk perunggasan nasional, yang juga merupakan penyuplai kebutuhan ayam dan telur di DKI Jakarta, ternyata masih ada bayi dan anak di Jawa Barat yang asupan gizinya kurang. Oleh karenanya, dengan dilakukan kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk mengurangi angka stunting di Jawa Barat.
“Terkadang orang tua kurang memerhatikan gizi bagi anak-anaknya, mereka lebih memilih untuk membeli rokok dan kuota internet daripada membeli makanan yang baik dan bergizi untuk keluarganya. Terlebih ada juga isu-isu tentang mengonsumsi daging ayam dan telur yang berimbas pada kesehatan. Oleh karena itu kita perlu memberikan pemahaman kepada seluruh masyarakat, untuk bisa meningkatkan konsumsi daging ayam dan telur mereka,” ucap Uu.
Ia juga mengatakan bahwa para stakeholder peternakan dan juga para media mempunyai peran penting dalam upaya mensukseskan program-program pemerintah salah satunya untuk memberikan edukasi dan mempromosikan konsumsi daging ayam dan telur.
“Dalam hal ini kita berusaha untuk menciptakan para pemimpin sejak dalam kandungan, sehingga para orang tua wajib mengerti tentang hal ini. Selain itu saya berharap acara ini bisa berlanjut, bisa merambat ke program-program Pemerintah Daerah baik kabupaten maupun kota, yang akhirnya nanti juga akan ada keseimbangan bahwa Jawa Barat sebagai penghasil produk perunggasan terbesar, angka konsumsi masyarakatnya juga bisa meningkat sehingga angka stunting di Jawa Barat bisa menurun,” lanjut Uu.
Acara yang dilanjutkan dengan diskusi tersebut turut juga menghadirkan Atalia Praratya Kamil selaku Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Barat. Menurut Ata ini masih menjadi pekerjaan rumah untuk Jawa Barat, sehingga berbagai upaya juga akan terus dilakukan agar terpenuhnya gizi yang baik untuk masyarakat Jabar ini bisa terpenuhi.
“Kami sudah melakukan berbagai upaya untuk bagaimana para orang tua di Jabar ini bisa
memberikan pola asuh yang diberikan sedini mungkin, sejak di dalam kandungan. Sebenarnya angka stunting di Jabar ini sudah menurun dari sebelumnya 31%, saat ini sudah diangka 26%, namun kita tidak berhenti, upaya terus kami lakukan,” ujar istri Gubernur Ridwan Kamil ini.
Ata melihat di Jabar sendiri permasalahannya terletak pada kurang adanya keinginan masyarakat untuk mengonsumsi makanan yang bergizi karena pengetahuan yang kurang. Kedua adalah pola kebiasaan yang tidak dilakukan sejak kecil. Oleh sebab itu, berbagai program dilakukan oleh Tim PKK Jabar supaya ada peningkatan gizi dan masyarakat bisa memberikan menu yang beragam untuk keluarganya.
“Kita berharap dengan ini bisa memicu masyarakat untuk tahu, kemudian setelah tahu mereka mau mengonsumsi makanan yang bergizi seperti telur dan ayam ini,” kata Ata.
Menurutnya, pihaknya juga ada program B2SA yaitu masyarakat dianjurkan untuk makan makanan yang Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman. Selain itu dalam Posyandu sendiri memiliki sesuatu yang berbeda, kalau biasanya ada 5 pelayanan meja, di Jawa Barat mempunyai 6 meja pelayanan posyandu, di mana 1 meja lagi ini merupakan meja pelayanan khusus untuk mengatasi kondisi tertentu seperti kekurangan gizi dan juga stunting. Harapannya masyarakat Jabar bisa meningkatkan kesehatan keluarganya.
Selain itu dalam diskusi tersebut turut hadir pula Ir. H. Jafar Ismail MM (Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat), Singgih Januratmoko (Ketua Umum Pinsar Indonesia), Julistio Djais, dr., SpA(K). M.Kes (Dokter Gizi Anak) serta berbagai stakeholders perunggasan. PI