POULTRYINDONESIA, Surabaya – Jawa Timur (Jatim) merupakan sumber peternakan yang cukup bagus baik untuk ayam, sapi dan ternak yang lain. Untuk itu daerah ini dinilai membutuhkan sentuhan teknologi digital untuk lebih memajukan peternakan di Jatim. Hal ini disampaikan oleh Muhammad Fuad, Trade Service Ayoternak, ketika ditemui Poultry Indonesia, Sabtu (13/8), di stan pada acara InaGro Expo di Grand City Convention Hall, Surabaya yang berlangsung 11-14 Agustus.
“Kami menyediakan sebuah aplikasi yang akan mempetemukan semua pihak khususnya dunia peternakan. Sebab, Jatim merupakan sumber peternakan yang bagus. Aplikasi ini sekaligus untuk memajukan peternakan dengan digitalisasi agar peternak tidak ketinggalan di era digital seperti sekarang ini,” tegas Fuad.
Ia bercerita bahwa seringkali peternak mengalami kebingungan dalam mencari barang untuk kebutuhan ternaknya dan seringkali tidak mengerti harus kemana. Oleh karena itu,di platform inilah akan dipertemukan semua pihak yang berkepentingan.
“Kami lebih bersifat mempertemukan semua pihak,untuk saling bersinergi, termasuk sinergi antara peternakan dan pertanian. Di mana keduanya ada sisi- sisi yang bisa dipertemukan. Sebagai contoh peternak membutuhkan jagung untuk pakan ternak.” tuturnya.
Baca Juga: Kemitraan Mendominasi Pola Usaha Peternakan Ayam Pedaging di Jatim
Fuad bercerita dalam acara pameran kali ini banyak yang minat dengan salah satu fitur platform berjudul booking kandang. Fitur ini akan membantu para peminat investor bidang peternakan namun tidak mempunya kandang, tidak mempunyai kemampuan untuk mengoperasikan kandang,bahkan tidak mengerti bagaimana menjual hasil panennya.
” Oleh karena itu,melalui fitur ini para investor tinggal memilih kandang kapasitas berapa. Nanti akan dibantu menghitungkan biaya operasionalnya,pakannya bahkan dibantu hingga penjualan,” tegasnya.
Acara ini dibuka oleh, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, pada (11/8) dalam pidato pembukaanya Khofifah menegaskan bahwa sektor agro di Jatim berkontribusi cukup besar. Jika dilihat dari unit usaha, kontribusinya mencapai 82,45 persen.
“Ini satu kontribusi sangat signifikan untuk membangun dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Kita berharap masyarakat akan mendapatkan tetesan kesejahteraan dari pertumbuhan sektor agro. Besarnya kontribusi sektor agro tersebut juga bisa dilihat dari besarnya jumlah tenaga kerja yang bisa terserap oleh industri agro yang mencapai 82,34 persen,” pungkasnya.