Kondisi didalam kandang closed house
Oleh : Domi Sattyananda, S.Pt*
Secara umum dunia pertanian termasuk di dalamnya sektor perunggasan, memiliki potensi sangat besar dalam penerapan internet of things (IoT) untuk urusan peningkatan produktivitas. Penggunaan IoT memudahkan manajer bisa mendapatkan data yang akurat secara real time, sehingga setiap keputusan yang diambil dalam kegiatan budi daya selalu berdasarkan realita data di lapangan. “Dunia pertanian termasuk perunggasan merupakan salah satu industri yang prospektif untuk mendapatkan manfaat dari adanya internet of things (IoT) dan teknologi,” papar Kurnijanto.
Urgensi penerapan IoT dalam kegiatan budi daya mungkin sulit untuk digeneralisasi, karena perlu dilihat apakah penerapan teknologi itu memang akan memberikan manfaat yang positif bagi kegiatan usahanya atau tidak. Tujuan penerapan teknologi sejatinya untuk mendapatkan manfaat yang positif, sehingga parameter tersebut yang sebaiknya digunakan jika akan memanfaatkan teknologi.
“Misalnya di peternakan dengan jumlah ayam yang sangat banyak, penggunaan IoT akan mempermudah pelaku usaha untuk memonitor seluruh asetnya. Pelaku usaha dapat menggunakan perangkat IoT yang dipasang di lokasi kandang agar dapat dipantau lokasinya bahkan kesehatannya,” ujarnya.
Dalam menerapkan IoT, peternak tinggal memilih alat yang sesuai dengan spesifikasi parameter teknis yang diinginkan.  Pilihan teknologi yang digunakan tentunya harus melihat tujuan dan manfaat yang ingin dicapai, serta kendala yang mungkin dihadapi karena lingkungan sekitar yang berbeda dibandingkan dengan industri lain. IoT mungkin merupakan salah satu teknologi yang dapat diadopsi, tentunya yang dapat mengatasi kendala yang ada di lapangan. Beberapa manfaat dari teknologi yang diadopsi seperti penerapannya mudah dan sederhana, biaya perawatan rendah, serta menggunakan baterai, karena listrik tidak semuanya wilayah mudah mendapatkannya.
Baca Juga: Kerjasama Semua Pihak dalam Teknologi Perunggasan
Dalam pemanfaatan IoT, syarat Infrastruktur penunjang yang diperlukan dalam proses adopsi dan adaptasi juga tidak terlalu banyak. Kurnijanto menilai Keberadaan ekosistem yang tepat guna akan lebih berpengaruh pada penerapan teknologi digital tentu akan dapat memberikan manfaat lebih.
“Ekosistem ini bisa dari sisi teknologinya, tapi bisa juga dari sisi industrinya. Hal yang penting adalah pemahaman dari pelaku industri itu sendiri untuk menentukan dan memilih teknologi digital yang diperlukan. Untuk IoT, yang disebut sebagai ekosistem adalah sensor/devices yang sesuai untuk kebutuhan serta aplikasi yang bisa memberikan informasi dan mengolah informasi yang didapat oleh sensor tersebut,” jelasnya.
Data merupakan aspek penting dalam kegiatan budi daya, semakin akurat data yang dimiliki oleh peternak, maka tentu akan mempermudah peternak dalam pengambilan keputusan. Selain itu dengan recording yang lengkap, peternak juga bisa memperkirakan bagaimana pemeliharaan pada periode yang akan datang, dengan membandingkan data pada bulan yang sama pada tahun sebelumnya. Tentu, dalam setiap periode pemeliharaan, para peternak bisa melihat data sebagai rujukan agar tidak mengulang kesalahan yang pernah terjadi di masa lalu, yang berpotensi untuk terulang kembali di masa yang akan datang. *Wartawan Poultry Indonesia
Artikel ini merupakan kelanjutan dari artikel Majalah Poultry Indonesia edisi Juni 2020 dengan judul “Sentuhan Digitalisasi Untuk Prediksi dan Efisiensi”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153