Webinar Peluang Bisnis Bebek Pedaging 2022
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Daging bebek saat ini menjadi pilihan masyarakat selain daging ayam ras dan lokal. Oleh karena itu, peluang untuk peternakan bebek pedaging masih cukup besar. Terlebih lagi dengan semakin maraknya kuliner dengan bahan baku daging bebek. Hal ini, seperti yang disampaikan oleh Intan Nursiam, Nutritionist Farmsco Feed Indonesia, dalam seminar virtual secara daring via zoom. Acara yang mengangkat tema “Peluang Bisnis Bebek Pedaging 2022” ini diadakan oleh  PT. Farmsco Feed Indonesia ,pada Kamis (27/1).
Baca juga : Produk Organik untuk Kesehatan Masyarakat
Menurut Intan. disisi lain pasokan bebek pedaging masih memiliki beragam permasalahan seperti hanya mengandalkan bebek afkir, kualitas daging yang cenderung alot, bau amis, bahkan cooking loss yang tinggi. Hal ini mengakibatkan penyusutan setelah dimasak begitu tinggi. Sedangkan, menurutnya dalam aspek budidaya, bebek pedaging cenderung tradisional, ekstensif, dengan mutu kualitas pakan yang rendah serta penanganan penyakit yang tidak optimal.
“Oleh karena itu, dibutuhkan bebek pedaging yang unggul,dengan pertumbuhan yang bagus, didukung pakan yang bagus dan manajemen pemeliharaan yang bagus pula,” terangnya.
Sementara itu, menurut Albert, Technical Consultant and Marketing PPG, pemeliharaan bebek pedaging memiliki dua manajemen penting yakni brooding dan finisher. Untuk masa brooding sebaiknya peternak memperhatikan kapasitas DOD (day old duck) per kandang dengan jumlah 25 ekor/m2, penyemprotan kandangf dengan desinfektan, penggunaan pemanas, pemberian vitamin saat DOD datang selama setengah jam, pemberian air minum dengan air putih biasa, pemberian pakan 15 menit setelahnya, pengaturan ventilasi udara dan pelepasan pemanas setelah 14 hari.
Sedang untuk masa finisher adalah dari umur 15 hari sampai panen. Dalam fase ini sebaiknya peternak memperhatikan ventilasi udara, air minum, kepadatan, litter, mengontrol mikroba dengan selalu menjaga sanitasi kandang, peralatan dan orang.
“Yang terpenting adalah, manajemen kesehatan itik dimulai dari kesadaran peternak,” pungkasnya.