POULTRYINDONESIA, Tangerang — Sebagai produsen sarang burung walet terbesar di dunia yang mengisi setidaknya 80% produksi dunia, Indonesia memiliki potensi untuk raup keuntungan yang lebih, guna kesejahteraan pembudi daya sarang burung walet. Mengawali langkah tersebut, para pengusaha sarang burung walet di Indonesia menandatangani nota kesepahaman (MoU) jual-beli sarang burung walet antara pihak penjual dengan Sichuan International Supply Chain Co., Ltd., Member of Sichuan Commercial Investment Group Co., Ltd.
Diprakarsai oleh PT Nutricell Pacific, acara ini dihadiri oleh setidaknya 50 orang yang terdiri dari perwakilan perusahaan sarang burung walet Indonesia, delegasi dari Sichuan, serta pihak karantina. Penandatanganan MoU digelar di pabrik sekaligus kantor PT Walet Negara Indonesia (WNI) yang bertempat di Kabupaten Tangerang, Senin (29/5).
Tio Jacob, selaku pemilik PT Walet Negara Indonesia, dalam sambutannya menyampaikan harapannya untuk para perusahaan sarang burung walet se-Indonesia dapat bersatu dan memahami bahwa kerja sama ini merupakan langkah untuk mensejahterakan pembudi daya sarang burung walet di Indonesia agar dapat merasakan hasil dari kekayaan negaranya sendiri.
“Dengan banyaknya permintaan sarang burung walet dari Cina, saya, secara pribadi, merasa harus menjaga hulu, yakni burung walet, agar jumlahnya seimbang dengan permintaan pasar, sehingga tidak habis. Begitu pula dengan hilirisasi. Jika hanya ekspor bahan bakunya saja, maka beberapa aspek, seperti ketenagakerjaan dan pemerataan ekonomi tidak akan tercapai” ujarnya secara ekslusif pada awak media.
Mewakili delegasi Indonesia, turut hadir Ferry Adamhar, selaku Vice President for Pengembangan Bisnis PT Pasir Samudra Utama. Dirinya berharap kegiatan ini menjadi satu langkah pasti menuju satu mekanisme yang benar-benar diharapkan oleh kedua belah pihak. Ferry juga berharap para pengusaha sarang burung walet berkesempatan untuk ikut terjun secara langsung mengembangkan kerja samanya di bidang ini.
Sementara itu, Zhong Zhen, selaku delegasi dari provinsi Sichuan, mengapresiasi adanya kegiatan ini. Dalam sambutannya, Zhong mengatakan bahwa Cina merupakan negara pengimpor sarang burung walet terbesar di dunia. Menurutnya, Indonesia dan Cina memiliki peluang kerja sama yang sangat besar. Sebagai perwakilan dari Cina, dirinya menyatakan ingin bekerja sama dengan Indonesia.
Baca Juga: Mengantisipasi Cekaman Panas pada Pemeliharaan Broiler
Masih dalam kesempatan yang sama, drh. Wisnu Wasisa Putra, M.P, selaku Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani, Badan Karantina Pertanian, dalam sambutannya juga turut menyampaikan apresiasinya mewakili pemerintah Indonesia atas kehadiran para delegasi dari Cina dan menyatakan bahwa dirinya menyambut baik kerja sama yang akan dibangun antara pemerintah Tiongkok dan unit usaha walet yang ada di Indonesia.
“Pemerintah Indonesia melalui Barantan dan Direktorat PPHNak, selalu melakukan penjaminan dalam rangka mejaga kualitas walet yang tinggi dari Indonesia. Kami berharap kerja sama ini akan terus harmonis pada masa yang akan datang dan pemerintah terus melakukan pendampingan, mulai dari rumah walet, rumah pencucian, hingga melakukan penjaminan keamanan pangan di negara tujuan, khususnya Tiongkok,” jelasnya.
Kegiatan ini juga disambut baik oleh para pengusaha sarang burung walet lainnya yang turut menyampaikan apresiasinya kepada PT Walet Negara Indonesia yang telah menyelenggarakan kegiatan penandatanganan kontrak dagang sarang burung walet antara Indonesia dengan Cina. Acara ini kemudian diakhiri dengan kunjungan ke instalasi sarang burung walet PT Walet Negara Indonesia dan diskusi unit usaha dengan pihak Sichuan.