Offie Dwi Natalia, Duta Ayam & Telur 2018
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Lahir dengan kondisi fisik seperti apa tentu manusia tidak bisa memilihnya. Terlahir dengan paras yang cantik tak lantas membuatnya besar kepala. Wanita yang selalu ramah ketika bertemu siapa saja ini Lahir di Jambi, 25 Desember 1993. Lahir dan besar hingga SMA (Sekolah Menengah Atas) di Jambi, membuatnya ingin merasakan hidup jauh dari orang tua. Offie akhirnya memutuskan kuliah S-1 jurusan Psikologi di Universitas Tarumanegara (UNTAR) Jakarta. Anak kedua dari dua bersaudara ini mengatakan dirinya tertarik dengan psikologi sejak duduk di bangku sekolah menengah atas.
Offie kemudian melanjutkan S-2 di jurusan dan universitas yang sama. Selepas itu, ia mengambil profesi dengan jurusan psikologi pendidikan. Hal ini pula yang mengantarkannya menjadi dosen di Universitas Bung Karno (UBK) Jakarta, dengan mata kuliah psikologi komunikasi dan public speaking. Selain mengajar, orang yang memiliki darah melayu-chinese ini juga sibuk menjadi pembawa acara di berbagai acara. Tidak hanya itu, ia juga kerap menjadi moderator dan pembicara dalam berbagai seminar. Sebagai seorang dosen yang juga sebagai freelance presenter, ia mengatakan kesukaannya untuk berbagi ilmu itu benar-benar bisa tersalurkan dengan dua profesi yang sedang ia geluti sekarang.
Menjadi Duta Ayam & Telur
Keaktifannya di berbagai bidang, membuat Offie juga ikut ajang pemilihan Duta Ayam & Telur yang diselenggarakan oleh Forum Media Peternakan dan Ditjen PKH, Kementerian Pertanian pada tahun 2018 silam. Wajahnya yang menawan dan memiliki kecerdasan yang mumpuni, mengantarkan dirinya menjadi pemenang pada ajang tersebut. Awalnya Offie merasa dunia ayam dan telur ini dunia yang baru, akan tetapi dengan kemauannya untuk belajar, semakin ke sini pengetahuannya tentang dunia perunggasan semakin bertambah.
Baca Juga: Gopan Sosialisasikan Gerakan Makan Ayam dan Telur Sejak Dini
Sejak menjadi Duta Ayam & Telur, banyak sekali kegiatan yang Offie lakukan seperti sosialisasi konsumsi ayam dan telur, aksi kampanye gizi, senam bersama, serta lomba masak ibu-ibu PKK. Offie juga mengaku heran dengan tingkat konsumsi daging ayam dan telur masyarakat Indonesia yang masih tertinggal dengan luar negeri. Menurutnya, ayam dan telur ini sudah menjadi produk protein hewani yang terjangkau dan mudah diolah sehingga seharusnya tingkat konsumsinya tinggi.
Menurut Offie, sebagian besar orang-orang yang berada di daerah yang jauh dari perkotaan, sudah tahu tentang manfaat ketika mereka mengonsumsi ayam dan telur untuk tubuh, namun fenomena yang ia lihat lebih kepada skala prioritas. Sebagian orang masih lebih memilih membeli rokok daripada membeli telur dan ayam untuk konsumsi keluarganya. Jadi menurutnya, edukasi itu menjadi tantangan dan suatu keharusan bagi semua para pelaku di sektor perunggasan ini.
Menyingggung masalah stunting, Offie berpendapat bahwa hal ini juga menjadi salah satu masalah ketika masyarakat tidak mencukupi kebutuhan gizinya dengan baik. Oleh karena itu, dengan mengonsumsi daging ayam dan telur, Offie yakin hal tersebut bisa menjadi salah satu pencegah masalah stunting.
Menurutnya, peran pemerintah khususnya kementerian yang secara langsung bersentuhan dengan industri perunggasan, agar terus berupaya dalam mempromosikan produk-produk perunggasan di masyarakat. Meskipun industri ini merupakan industri yang sudah sangat berkembang, Offie memiliki harapan kepada pemerintah dan semua pihak yang terkait untuk bisa bergandeng tangan dan berjalan bersama memajukan industri perunggasan. Chusnul
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap dari Majalah Poultry Indonesia edisi April 2020 dengan judul “Offie Dwi Natalia – Bermanfaat untuk Orang Banyak Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153