POULTRYINDONESIA, Jakarta – Kesehatan sistem pencernaan merupakan peran penting yang selalu berkaitan dengan penyerapan nutrisi dan berfungsi untuk pertumbuhan unggas. Peran pengangkutan dan penyerapan ini dilakukan oleh organ-organ di saluran pencernaan, termasuk usus. Peran pengangkutan dan penyerapan ini tentunya akan berfungsi secara optimal apabila organ-organ saluran pencernaan berada dalam kondisi sehat. Berangkat dari hal ini, Poultry Indonesia menggelar Poultry TechniClass seri ke-5 yang bertajuk “Menjaga Kesehatan Usus dengan Bahan Alami” secara daring melalui aplikasi Zoom, Sabtu (27/11).
Baca juga : Upaya Pencegahan ND pada Industri Perunggasan
Pemaparan pertama disampaikan oleh Tony Unandar selaku Private Poultry Farm Consultant. Ia mengatakan, kesehatan usus perlu diperhatikan karena usus merupakan saluran cerna yang memiliki ragam fungsi. Tidak hanya pencernaan secara mekanis, tetapi juga secara kimiawi dan biologis.
“Dinding usus di saluran cerna ini akan berhadapan dengan mikroba yang masuk melalui rongga mulut. Oleh sebab itu, dibutuhkan suatu mekanisme tertentu dari dinding usus tersebut untuk mencegah mikroba patogen. Selain itu, usus juga berfungsi untuk mencerna pakan,” ujar Tony.
Tony menjelaskan bahwa pertumbuhan dan pembentukan organ-organ saluran pencernaan dimulai dari embriogenesis. Kemudian ia memberikan catatan bahwa stres di awal masa pertumbuhan akan memengaruhi proses pematangan dan pembentukan sistem imunitas saluran cerna, dan juga penggunaan antibiotik dan alternatifnya tidak dapat diandalkan ketika saluran pencernaannya sudah tidak bertumbuh dengan optimal.
Sementara itu, Betty Yuriko selaku Country Manager PT Amlan Perdagangan Internasional, membeberkan bahwa saat ini masyarakat sudah memasuki era yang dimana sudah memiliki kesadaran atas produk peternakan yang kita hasilkan yaitu harus sehat, terkhusus bebas dari residu antibiotik. Sehingga kita harus memaksimalkan feed additive sebagai pengganti antibiotik. Selain itu, imbuhan pakan juga bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pakan yang bekerja dalam saluran pencernaan ayam.
Berdasarkan data world poultry pada tahun 2015, kerugian akibat gangguan pencernaan baik klinis maupun sub klinis ini merugikan sebanyak 6 juta dolar per tahun. Oleh karena itu, dibutuhkan upaya untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan. Salah satunya yaitu penggunaan feed additive dan upaya untuk pencegahan toksin pada usus ayam.
“Maka dari itu dibutuhkan sebuah senyawa dengan tiga langkah sistem kerja yaitu bekerja pada permukaan usus untuk melakukan proteksi pada usus dari bakteri dan toksin. Kemudian, senyawa ini juga bekerja pada permukaan epitel dengan memberikan energi pada permukaan epitel untuk sel epitelnya bisa tetap tumbuh dan berfungsi. Selain itu, dia juga bekerja pada mukosa usus.”