Hidangan ayam bakar
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Kuliner dengan bahan produk hasil unggas merupakan pilihan yang tepat, apalagi sumber protein hewani ini relatif mudah diperoleh, harga terjangkau, dapat diolah menjadi berbagai hidangan yang mengundang selera, dan disukai banyak orang.
Menurut Setya Winarno selaku Owner Azyro Fried Chicken mengatakan untuk menyiapkan rumah makan itu harus menyiapkan juga bahan bakunya yakni dari ayam hidup. Hal tersebut tidak terlepas dari tujuan untuk menjaga kualitas dan kontinuitas bahan baku.
“Perlu diperhatikan agar aliran bahan baku harus dikelola untuk menjaga agar tidak kelebihan atau kekurangan stok. Kelebihan stok akan membuat uang tidak bisa diputar dan bahan menjadi riskan untuk rusak. Sedangkan jika kekurangan stok, rumah makan tersebut akan mengalami libur dan tidak bisa mendapatkan pemasukan karena tidak ada bahan untuk diolah,” jelas Winarno.
Baca Juga: Ketika Kaum Milenial Berbinsi Kuliner Daging Ayam
Mengenai menjaga kualitas pangan juga disampaikan Chef Inno Satria selaku Excecutive Chef Hotel Sahira Bogor. Chef Inno menjelaskan bahwa dalam menjaga kualitas dari makanan bisa dilakukan dengan menggunakan metode dapur sentral (Central Kitchen).
Dapur sentral adalah sebuah fasilitas internal untuk memenuhi kebutuhan outlet. Manfaatnya yaitu bisa mengefisiensikan proses produksi, SDM dan operasi pengiriman sehingga outlet tinggal fokus pada aspek pelayanan konsumen.
“Selanjutnya dengan menggunakan dapur pusat manfaatnya adalah konsistensi. Karena semua diproduksi dengan peralatan, waktu, dan bahan baku yang sama maka makanan yang dikirim ke outlet akan memiliki rasa yang sama. Dapur sentral juga memungkinkan bisnis kuliner untuk membuat pola rasa yang khas dan unik,” kata Inno dalam webinar Indonesia Livestock Club (ILC) edisi ke-17, Senin (15/2).