Broiler merupakan industri yang tumbuh signifikan
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Konsumsi daging ayam dunia sejak tahun 2005 sampai 2020 menunjukkan adanya pertumbuhan dari waktu ke waktu. 
Dibandingkan dengan komoditas lainnya, broiler menunjukan kenaikan yang signifikan dan diprediksi akan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan jumlah masyarakat beserta taraf ekonominya. 
Perunggasan juga dituntut untuk meningkatkan aspek keamanan pangan dari produk yang dihasilkan, salah satunya dari residu antibiotik pada pangan asal unggas akibat pemakaian antibiotik yang tidak bijak. Hal tersebut dapat menyulut resistensi antimikroba yang diprediksi dapat menjadi pembunuh utama pada tahun 2050.
drh. Eko Prasetio selaku Broiler Farm Consultant dan penulis dari buku tersebut menyatakan bahwa pemberian dari antibiotik harus disertai dengan pengawasan ketat dan dosis yang tepat untuk memerangi AMR. 
“Resistensi akan muncul lebih besar lagi jika tidak diawasi dan dikontrol dengan baik,” ujarnya dalam webinar bertemakan ‘Titik Kritis Monitoring Performa Broiler Modern Pasca Pelarangan AGP’ sekaligus launching Buku Manajemen Kesehatan Broiler Modern, melalui aplikasi Zoom, Selasa (23/2).
Baca Juga: Prebiotika Sebagai Alternatif AGP
Eko mengatakan bahwa untuk memerangi AMR, Indonesia telah melakukan pelarangan AGP sejak tahun 2018, akan tetapi konsekuensi yang dihadapi yaitu lonjakan kasus Necrotic Enteritis (NE). 
“Jika ada NE maka nutrisi tidak dapat diserap dengan sempurna dan pertumbuhan juga terganggu. Tidak hanya itu, kesehatan pun akan terganggu,” jelasnya.
Semakin tingginya tantangan dari penyakit tersebut menjadikan penanganan kesehatan dalam hal ini perlu dikedepankan. Eko menyebutkan bahwa melalui monitoring kesehatan ayam akan membantu untuk menunjang pertumbuhan serta memitigasi risiko maupun gangguan pertumbuhan dari ayam. 
“Jika kita memiliki suatu pola untuk mendeteksi penyakit sejak dini maka kita dapat mengenali serangan dari agen-agen patogen yang masuk ke tubuh ayam,” jelasnya.
Monitoring ini dilakukan seperti pada saat DOC datang sampai dengan pemanenan. Tujuh hari awal ini menentukan fondasi utama perkembangan saluran pencernaan, kekebalan tubuh, pernapasan, dan formasi tulang. Indikator yang dilihat di antaranya adalah berat badan (BB), Feed Conversion (FC), total uniformity, dan total deplesi.
“Fase awal yaitu 7 hari utama merupakan masa emas ayam dalam pertumbuhan untuk menentukan performa ayam ke depannya,” ujar Eko.