Penyakit pernapasan dan pencernaan selalu menghantui peternakan layer
Beberapa penyakit akibat infeksi virus diprediksi masih akan muncul pada tahun 2020. Penyakit seperti Gumboro, ND dan AI selalu menduduki rangking 4 besar penyakit viral. Data PCR Tim Medion, menyebutkan kasus LPAI mendominasi dibandingkan HPAI dan penyebarannya cukup merata di Indonesia. LPAI dapat menyebabkan penurunan produksi telur yang cukup besar dengan mortalitas yang rendah, tetapi morbiditas masih relatif tinggi.

Perkembangan penyakit pada tahun 2020 diprediksi tidak akan jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Peternak harus lebih siap lagi dalam menghadapi pergantian tahun yang ditandai dengan datangnya musim penghujan.

Menurut Technical Education and Consultation Manager PT Medion, drh. Christina Lilis L. mengatakan program vaksinasi perlu dilakukan menggunakan vaksin AI homolog yang mampu memberikan protektivitas terhadap virus HPAI dan LPAI. Hingga tahun 2019, virus ND yang paling dominan bersirkulasi di Indonesia adalah genotipe 7. Tahun 2020 kemungkinan masih akan terus mengancam dan bisa dipastikan kasusnya akan meningkat terutama menjelang musim hujan. Di tahun 2019 penyakit IBH mengalami peningkatan dan ada kemungkinan akan terus menunjukkan eksistensinya di tahun 2020.
Perkembangan virus perlu selalu dipantau secara terus-menerus terutama ND, AI dan Gumboro yang mudah mengalami perubahan. Serta pemantauan terhadap bakteri H. Paragalinarum penyebab penyakit Coryza di mana kasus penyakit tersebut meningkat di tahun 2019 terutama pada ayam petelur. Penyakit yang sering menimbulkan dampak kerugian ekonomi akan menyebabkan penurunan produksi cukup tinggi, seperti penyakit AI, ND dan IB. Berdasarkan pengamatan di lapangan, ketiga penyakit tersebut relatif sulit dibedakan, terutama jika perubahan yang terjadi pada ayam hanya sedikit. Adanya infeksi salah satu atau komplikasi dari ke-3 penyakit tersebut berpengaruh besar pada ayam petelur & pembibit (breeder) yakni penurunan produksi telur.
Penyakit pernapasan dan pencernaan yang disebabkan oleh bakteri pada ayam petelur dan pedaging seperti CRD, Collibacilosis dan Coryza masih dominan (rangking 3 teratas) akan terus mengalami peningkatan. Terlebih penyakit Coryza yang menduduki peringkat pertama pada ayam petelur dan kasusnya meningkat di tahun 2019. Hal ini terkait dengan kondisi cuaca yang tidak menentu dan kurangnya perhatian terhadap sanitasi lingkungan kandang. Dalam kondisi tersebut, kasus seranganjamur dan mikotoksin perlu tetap diwaspadai terutama di musim hujan.
Baca Juga : Colibacillosis Sang Residivis
Kasus Kolibasilosis pada tahun 2020 juga diprediksi masih akan ditemukan. Menurut FX. Sudirman, CEO PT Biotis Prima Agrisindo, mengungkapkan bahwa penyakit Kolibasilosis juga akan semakin ganas, sifat E. coli sudah berbeda, dan menurutnya ini juga merupakan salah satu penyakit yang perlu diperhatikan. Selain itu, penyakit akibat infeksi jamur juga tak bisa dianggap sepele. Jamur yang juga masih menjadi ancaman ini, juga berhubungan dari bagaimana pengolahan jagung yang merupakan bahan utama pembuatan pakan untuk ayam.
Mewaspadai pergantian musim
drh. Merkcy Haryo Santoso, MM, Product Specialist Poultry PT Indovetraco Makmur Abadi yang ditemui Poultry Indonesia, Kamis (14/11), menyebutkan bahwa dengan kondisi cuaca yang susah diprediksi ini akan muncul beberapa penyakir viral. Memasuki musim penghujan dan melihat juga prediksi dari BMKG, bahwa musim penghujan tahun ini akan sedikit lebih lama, sehingga dengan kurangnya cahaya matahari akan menyebabkan virus ini cepat sekali bereplikasi.
Dengan adanya anomali musim seperti ini, seperti musim kemarau yang terlalu panas dan panjang, seperti yang semua rasakan beberapa bulan lalu, Merkcy melihat penyakit virus AI LPAI, ND, dan IBD akan terjadi secara fluktuatif datang dan pergi. Adanya musim panas ini, menurutnya akan ada dua dampak, yakni dampak positifnya beberapa virus mungkin akan mati dengan sendirinya karena panas yang ekstrem, sehingga tidak lagi ada di sekitar kandang, namun dampak negatifnya keadaan ini akan memunculkan stres yang tinggi untuk ayam, yang tentu akan memicu pertumbuhan penyakit seperti penyakit akibat infeksi bakteri.
Beberapa penyakit pernapasan seperti CRD juga diprediksi akan tetap ada di peternakan broiler, terlebih memasukin musim penghujan. Penyakit CRD ini dengan sangat mudah memicu penyakit sekunder lainnya untuk masuk ke dalam tubuh ayam, bakteri E. coli misalnya.
Ketika musim penghujan datang, air memiliki peranan penting dalam penularan penyakit terutama E. coli. Selain dari sifat bakteri E. coli yang sangat mudah ditularkan, baik melalui lingkungan, juga melalui kotoran atau feses. Keadaan yang lembap menyebabkan virus juga akan sangat mudah masuk ke tubuh ayam. Musim penghujan seperti ini banyak unggas yang mencari sumber-sumber air, sehingga akan dengan mudahnya penyebab penyakit itu akan terbawa dari lokasi sumber air berada. Sumber air ini akan menjadi faktor yang penting dimusim penghujan. Chusnul, Domi
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap dari Majalah Poultry Indonesia edisi Desember 2019 dengan judul “Prediksi Penyakit Unggas 2020”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153