daging ayam dengan lemak
Selain sebagai sumber protein, daging ayam juga menjadi sumber lemak, terutama di bagian kulitnya. Menurut data dari Kementerian Kesehatan RI (2018), dalam setiap 100 gram daging ayam, terkandung di dalamnya lemak total 25 gram dan kolesterol 60 miligram. Sedangkan daging kambing untuk tiap 100 gram mengandung lemak total 9,2 gram dan kolesterol 70 miligram. Adapun daging sapi, dalam 100 gram mengandung lemak total 14 gram dan kolesterol 70 miligram. Lemak pada daging ayam sebagian besar berada pada kulitnya. Namun sebenarnya lemak pada kulit ayam termasuk dalam kategori lemak tak jenuh tunggal (monounsaturated) yang memiliki tingkat kolesterol jahat (LDL) yang rendah. Dengan begitu, seharusnya tidak perlu khawatir mengonsumsi daging ayam dengan kulitnya. Terlebih lagi, tiap-tiap orang sangat membutuhkan lemak dalam jumlah tertentu agar organ tubuh dapat berfungsi dengan baik.

Daging ayam merupakan makanan sumber protein yang disukai begitu banyak orang. Di samping cita rasanya yang gurih, daging ayam yang bisa diolah menjadi aneka ragam hidangan nan lezat tersebut kandungan proteinnya sudah tidak disangsikan lagi. Bagaimana dengan kandungan lemaknya?

Lemak bisa ditemui di hampir semua makanan, termasuk daging dan telur ayam. Dalam suatu makanan yang gurih dan lezat seperti daging ayam, lemaklah penyebab utama munculnya kelezatan tersebut. Penggolongan lemak ada berbagai macam kategori. Kalau dilihat dari sumbernya, maka lemak ada yang berasal dari hewan dan juga dari tumbuh-tumbuhan. Jika dilihat secara kasat mata, maka lemak dibagi menjadi lemak yang terlihat secara nyata seperti minyak, mentega, atau margarin, dan lemak yang tidak terlihat secara nyata seperti lemak dalam susu, telur, atau daging.
Baca Juga : Daging Ayam untuk Menjaga Pertumbuhan dan Kesehatan
Pengategorian lemak juga bisa dibedakan berdasarkan unit-unit senyawa kimia penyusunnya, yakni lemak dengan penyusun asam lemak jenuh, asam lemak tak jenuh tunggal, dan asam lemak tak jenuh ganda. Jenuh artinya adalah penyusun lemak tersebut pada seluruh atom karbonnya sudah berikatan dengan atom hidrogen. Adapun asam lemak tak jenuh, artinya pada penyusun atom karbonnya memiliki ikatan rangkap dengan atom karbon di sebelahnya yang bisa menjadi jenuh dengan cara diikatkan dengan atom hidrogen. 
Asam lemak jenuh diidentifikasi oleh para ahli gizi sebagai lemak yang tidak baik karena dapat menyebabkan darah seseorang menjadi lengket dengan dinding pembuluh darah, sehingga memicu terjadinya penggumpalan darah. Lemak jenuh juga bisa menyebabkan terjadinya pengerasan dinding pembuluh darah. Adapun lemak tak jenuh dikenal sebagai lemak baik, yang memiliki fungsi berkebalikan dengan asam lemak jenuh.
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap dari Majalah Poultry Indonesia edisi Oktober 2019 dengan judul “Pro Kontra Lemak Daging Ayam”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153