POULTRYINDONESIA, Surabaya – Unggas mengalami kesulitan dalam menyerap pakan yang mengandung serat kasar seperti selulosa, sehingga keberadaan bakteri selulolitik dalam usus sangat penting untuk pencernaannya. Oleh karena itu, pemberian probiotik yang mengandung bakteri selulolitik sangat membantu meningkatkan kecernaan pakan dalam saluran pencernaan unggas.
Hal ini disampaikan oleh Prof. Dr. Widya Paramita Lokapirnasari, drh., M.P., Guru Besar bidang Ilmu Makanan Ternak, FKH Unair, Surabaya, dalam seminar yang merupakan rangkaian dari Festival Hari Ayam dan Telur (FAHT) 2024, yang diadakan oleh kelompok minat KMPV UBUR (Unggas dan Burung), Sabtu (21/9).
Menurut Widya, probiotik adalah suplemen yang terdiri dari mikroba hidup non-patogenik yang memberikan manfaat bagi inangnya dengan cara memperbaiki flora normal saluran pencernaan serta menjaga populasi mikroba normal dalam saluran pencernaan. Ia menjelaskan bahwa dalam probiotik terdapat berbagai macam bakteri yang tidak hanya menghasilkan enzim selulolitik, tetapi juga enzim protease, amilase, lipase, asam organik, SCFA (short chain fatty acid), dan bakteriosin.
Baca Juga : Mengenal lebih dekat probiotik
“Khusus bakteriosin, beberapa probiotik berperan sebagai antimikroba dan sering digunakan sebagai growth promoter alami. Secara prinsip, mikroba harus melekat pada epitel saluran pencernaan agar tidak terbawa keluar bersama cairan lumen, sehingga dapat memulai infeksi atau komunikasi antar molekul permukaan (cross talk),” jelasnya.
Widya melanjutkan, secara sederhana, cara kerja probiotik adalah dengan menempati “kursi-kursi” di lapisan saluran pencernaan, sehingga tidak ada kursi yang dapat ditempati oleh bakteri patogen. Selain itu, bakteri patogen tidak tahan terhadap kondisi asam, sementara probiotik menghasilkan metabolit asam, yang menciptakan kondisi yang tidak mendukung keberlangsungan hidup bakteri patogen. “Mikroba ini secara alami ada dalam saluran pencernaan unggas. Namun, kondisinya dapat berubah ketika unggas mengalami stres. Dalam kondisi inilah probiotik diperlukan, baik melalui pakan maupun air minum,” pungkas Widya.