Berawal dari hanya memiliki poultry shop dan ketidaksengajaannya memelihara ayam karena adanya pesanan dua ratus ekor DOC yang tak kunjung diambil oleh pelanggannya, membuat Kiki Teguh Robiyanto, memulai budi daya broiler di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.
Kiki menceritakan bahwa saat itu ia meminjam kandang bekas untuk memelihara ratusan ekor DOC tersebut, “Saat itu saya bingung mau dikemanakan DOC sebanyak itu, daripada mati dan merugi. Saya coba untuk memelihara dan mempelajarinya. Ternyata ayam-ayam nya tumbuh besar dan saya jadi semakin tertarik untuk membudidayakan broiler hingga saat ini,” kenang Kiki.
Sejak tahun 2010, Kiki membangun Puma KL dan peternakan broiler miliknya ini semakin berkembang. Ratusan mitra peternak telah bergabung bersama Puma KL dan tersebar di berbagai wilayah seperti Palangkaraya, Sampit, Pangkalan Bun, dan Kotawaringin
Barat.
Berlatar belakang pendidikan dari Ilmu Perikanan, usaha peternakan broiler yang dijalaninya tidak selalu berjalan lancar, “Hal ini sangat baru bagi saya dan berbeda dengan pendidikan saya saat kuliah serta pekerjaan dahulu sebagai ASN. Atas dasar tersebut,
saya memilih bekerja sama dengan Medion karena pengalamannya dalam industri peternakan telah terpercaya dan produk-produk Medion sudah banyak dikenal oleh masyarakat. Selain itu, respon yang cepat dan pelayanan yang maksimal dari personil Medion juga banyak membantu saya,” ujar Kiki yang memilih menjadi peternak hingga saat ini.
Herbal untuk atasi slow growth Kondisi peternakan tidak selamanya bagus, Kiki pun pernah
mengalami hambatan, terlebih saat musim pancaroba dan mendapatkan bibit DOC yang kurang baik, “Kondisi cuaca di Kalimantan ini kurang stabil dan curah hujan yang tinggi membuat kita harus lebih waspada. Selain itu, kualitas DOC yang diterima pun kadang tidak baik. Walaupun jarang terjadi,kami pernah mendapati kondisi DOC yang mengalami slow growth dan nilai FCR tinggi.
Saya lantas memilih tindakan preventif untuk menjaga ternak agar tidak terkena
penyakit.” jelas Kiki. Slow growth syndrome atau juga biasa disebut Runting Stunting Syndrome (RSS) merupakan salah satu sindrom yang dialami oleh sekelompok ayam (terutama ayam broiler) ditandai dengan gangguan pertumbuhan di umur sekitar 21 hari.
Dalam mengatasi hambatan tersebut, Kiki berdiskusi dengan personil Medion dan
direkomendasikan untuk menggunakan salah satu produk Mediherba yaitu FASBRO
yang mengandung herbal. ”Saya memilih menggunakan produk herbal yang terbukti aman dan bebas residu, agar dapat menghasilkan produk ayam yang berkualitas baik.
Selain itu, penggunaan FASBRO praktis dan produknya mudah didapatkan, apabila mau mengolah herbal sendiri sebenarnya bisa, namun membutuhkan waktu yang lama dan proses yang panjang serta hasilnya pun belum tentu terstandar,” terang Kiki.
FASBRO dapat diberikan sesuai dengan aturan pakai yaitu dengan mencampurkan 0,5 ml FASBRO ke dalam 2 liter air minum, dan diberikan 3 hari berturut-turut selama 2 minggu. “Saat ini kami hanya memberikan ke ayam yang mengalami slow growth saja untuk membantu meningkatkan nafsu makan dan mengoptimalkan FCR.Selain itu untuk efisiensi produksi agar tidak perlu biaya untuk tambahan suplemen lainnya,” ungkap Kiki.
Ia telah menggunakan FASBRO selama satu tahun terakhir ini dan telah merasakan manfaat bagi ternak yang dipeliharanya. Ia menjelaskan bahwa kondisi ayam yang mengalami slow growth setelah diberikan FASBRO selama tiga hari berturut-turut mengalami peningkatan performa yang optimal dan dapat mengejar pertambahan bobot badan. “Hal menarik lainnya, saat dilakukan pemotongan di RPHU milik kami, ada testimoni dari pelanggan yang menyebutkan bahwa ayam yang kami hasilkan memiliki kualitas karkas yang baik dan daging yang padat. Setelah kami lihat track record ternyata dari kandang yang diberikan FASBRO,” terangnya.
Kiki melanjutkan selain pelayanan yang baik dan cepat tanggap, ia pun merasakan bahwa produk-produk Medion sangat mudah didapatkan di Kalimantan. “Penggunaan produk Medion tak perlu diragukan. Kualitas FASBRO sangat terjaga, aman, dan tidak menimbulkan residu. Selain itu, tentunya banyak sekali ilmu-ilmu yang diberikan kepada kita untuk mengetahui update terbaru mengenai informasi kondisi ternak, obat-obatan dan ilmu teknis lainnya,” tambah Kiki. Ia berharap Medion terus menjaga kualitas produk-produk yang dihasilkan, tetap semangat dan terus berinovasi menghasilkan produk herbal lainnya. Adv