POULTRYINDONESIA, Sidrap – Upaya memperkuat rantai pasok pangan asal unggas kembali ditunjukkan pemerintah daerah. Dari Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, sebanyak 15 truk telur resmi diberangkatkan ke berbagai wilayah pada Rabu (11/2). Pelepasan tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif bersama Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah di pelataran Monumen Ganggawa Pangkajene.
Agenda ini menjadi bagian dari rangkaian Festival Tani Ternak 2026 yang mencatat transaksi penjualan telur hingga lebih dari 4 miliar rupiah. Pada hari kedua acara, total volume telur yang terserap pasar mencapai 92.085 rak atau sekitar 3,06 juta butir, yang merupakan hasil dari produksi gabungan empat perusahaan peternakan, yakni PT Cahaya Mario Brodther, Puncak Ternak Farm, Dirga Farm, dan YPD Farm.
Berdasarkan catatan Dinas Peternakan dan Perikanan Sidrap, seluruh telur yang terjual dialokasikan untuk mendukung program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang diperluas implementasinya di berbagai daerah.
Diadakan bersamaan dengan Panen Raya Musim Tanam I di Desa Takkalasi, Kecamatan Maritengngae, sehingga turut dihadiri unsur legislatif dari DPRD Sidrap seperti Andi Sugiarno, pelaku distribusi telur, jajaran pemerintah daerah, serta komedian nasional Narji Cagur yang saat ini banting setir menjadi petani.
Dalam sambutannya, Syaharuddin menegaskan bahwa pengiriman dalam skala besar ini mencerminkan kapasitas produksi peternakan layer di Sidrap yang terus terjaga. Ia pun mengapresiasi konsistensi para peternak dan distributor dalam menjaga produktivitas dan kualitas hasil ternak. Momen ini turut memperkuat posisi Sidrap sebagai salah satu daerah penyangga kebutuhan telur di Indonesia.
“Hari ini kita kirim telur dengan 15 mobil truk ke berbagai daerah. Ini menunjukkan Sidrap mampu menjadi daerah penopang kebutuhan pangan, khususnya telur, di Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Narji yang hadir sebagai tamu undangan menyampaikan apresiasi terhadap keseriusan pemerintah daerah dalam mendorong sektor pertanian dan peternakan. Ia menilai wilayah Sidrap punya potensi untuk tidak hanya menjadi lumbung beras, tetapi juga menjadi lumbung telur Indonesia.
Selain agenda pelepasan distribusi, Bupati dan Wakil Bupati Sidrap juga meninjau kontes ayam ketawa, plasma nutfah unggas khas Sulawesi Selatan yang menjadi kebanggaan masyarakat setempat sekaligus daya tarik budaya lokal. Kegiatan ini memperlihatkan bahwa pengembangan subsektor perunggasan tidak hanya berorientasi produksi, tetapi juga pelestarian kekayaan genetik unggas lokal.
Dapatkan informasi lainnya mengenai Industri Perunggasan di Indonesia dengan bergabung bersama kami di WhatsApp Channel Poultry Indonesia