Dok. Unsoed
POULTRYINDONESIA, Purwokerto – Profesor Akhmad Sodiq kembali dipercaya memimpin Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) setelah terpilih sebagai rektor untuk periode 2026–2030. Ia unggul dalam pemilihan yang berlangsung melalui sidang senat tertutup dengan mengalahkan dua kandidat lainnya.
Proses pemilihan dilaksanakan di Auditorium Laboratorium Terpadu Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsoed, dengan melibatkan anggota Senat Akademik serta perwakilan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Ketua Panitia Pemilihan Rektor Unsoed, Prof. Dwi Nugroho Wibowo, menjelaskan bahwa dalam kontestasi ini Prof. Akhmad Sodiq bersaing dengan dua kandidat lain, yaitu Prof. Ali Rokhman dan Dr. Adi Indrayanto.
“Berdasarkan hasil penghitungan, Prof. Ali Rokhman meraih 35 suara, sementara Prof. Akhmad Sodiq mengantongi 87 suara,” kata Dwi dalam siaran pers, Rabu (1/4/2026).
Dwi memastikan seluruh tahapan pemilihan telah berjalan sesuai aturan yang berlaku. Menurutnya, seluruh proses pemilihan rektor telah dilaksanakan secara transparan, objektif, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Kami mengapresiasi partisipasi aktif seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan rangkaian kegiatan ini,” terangnya.
Ia menjelaskan sebelum masuk tahap pemilihan, panitia telah menjalankan berbagai proses mulai dari penjaringan bakal calon, seleksi administrasi, hingga penyampaian visi dan misi kandidat.
“Seluruh tahapan, mulai dari pendaftaran hingga pemungutan suara, telah dilaksanakan sesuai mekanisme. Tahap pemilihan ini menjadi bagian paling krusial dalam keseluruhan proses,” jelasnya.
Ketua Bidang Media dan Publikasi Pengurus Pusat Keluarga Alumni Fakultas Peternakan Unsoed (PP Kafapet Unsoed), Farid Dimyati menambahkan bahwa Prof. Sodiq merupakan alumni Fakultas Peternakan (Fapet) yang memiliki segudang pengalaman birokrasi.
Sebelum menjabat menjadi rektor Unsoed pada periode 2022-2026, ia juga pernah menjabat sebagai dekan Fapet Unsoed selama dua periode, kemudian wakil rektor Unsoed bidang akademik, serta rektor pertama Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto.
“Jadi soal pengalaman mengurus birokrasi, Prof Sodiq sudah tidak diragukan lagi pengalaman dan jam terbangnya” ujar Farid.
Masih menurut Farid, meski memiliki banyak kesibukan, Prof Sodiq tercatat sebagai alumni yang rajin hadir dalam berbagai kegiatan kealumnian baik di Purwokerto, Jakarta, maupun wilayah lain.
“Salah satu kelebihan beliau adalah rajin menyambung silaturahmi. Meski sibuk, beliau selalu hadir saat kegiatan alumni. Kami bangga beliau kembali terpilih menjadi rektor Unsoed. Semoga mampu membawa Unsoed menjadi lebih maju dan mendunia ke depannya,” pungkasnya.
Dapatkan informasi lainnya mengenai Industri Perunggasan di Indonesia dengan bergabung bersama kami di WhatsApp Channel Poultry Indonesia