Berdasarkan keterangan drh. Chrisna Harinto selaku Manajer Kesehatan Hewan, PT BUS. Ia menjelaskan bahwa breeding farm dan hatchery ini telah beroperasi sejak tahun 2017. “Menjadi satu-satunya breeding dan hatchery di Berau. Hal ini tentu menjadi tantangan bagi kami untuk menghasilkan ayam yang berkualitas,” ungkap Chrisna.

PT BUS memiliki puluhan ribu ekor parent stock dan mengelola hatchery dengan kapasitas tetas ratusan ribu telur. Hasil budi daya tersebut disalurkan ke berbagai wilayah di Kalimantan Timur hingga Kalimantan Utara seperti Bulungan, Tarakan, dan Nunukan.

Ia menyadari kondisi geografis Kalimantan menjadi tantangan tersendiri bagi peternakannya. “Jalur distribusi Day Old Chick (DOC) yang
kami salurkan tidak hanya melalui perjalanan darat saja, namun menggunakan jalur laut untuk mempermudah dan mempercepat proses pengiriman DOC kepada para pelanggan,” ujarnya yang telah berpengalaman lebih dari 30 tahun dalam industri perunggasan.

Manajemen kesehatan menjadi perhatian khusus bagi Chrisna. Kualitas DOC perlu diperhatikan agar dapat mencapai produktivitas yang optimal sehingga konsumen puas akan DOC yang diterimanya. Potensi genetik ayam broiler yang terus meningkat menghasilkan pertumbuhan bobot badan lebih pesat, akan tetapi sejalan dengan hal itu ayam komersial modern ini menjadi mudah peka terhadap perubahan ekstrem suhu lingkungan sehingga rentan terkena penyakit. Perlu adanya peningkatan ketahanan tubuh ayam yang lebih intensif terhadap serangan penyakit yang sering menyerang ayam broiler, terutama penyakit viral Newcastle Disease (ND), Gumboro, Avian Influenza (AI) dan Infectious Bronchitis (IB).

Program Vaksinasi DOC

Berdasarkan hal tersebut, Chrisna banyak berdiskusi dan terbantu dengan kehadiran personil Medion yang merekomendasikan Program Vaksinasi DOC (PVD) sebagai perlindungan bagi hatchery sejak awal berdiri PT BUS, 5 tahun silam.

“Di hatchery kami telah menggunakan program PVD dari Medion meliputi penggunaan produk vaksin Medivac ND-IB Spray, Medivac ND Emulsion 0.3 / Medivac ND G7 Emulsion 0.3 dan vaksin Gumboro. Sedangkan pada breeding farm, kami menggunakan lebih banyak lagi produk vaksin Medion seperti Medivac AI, Medivac Gumboro A dan lainnya,” jelas Chrisna. Hasilnya tak perlu diragukan lagi, hingga saat ini hatchery yang dikelola Chrisna tidak pernah

terjadi outbreak penyakit ND, IB dan AI. Pencegahan sedini mungkin dengan melakukan Program Vaksinasi DOC, sangat penting dilakukan untuk mencegah penyakit yang diakibatkan oleh virus. Pelaksanaannya pun perlu dilakukan dengan metode yang baik dan benar. Selain itu, pemberian Vita Stres, Fortevit, dan Imustim pun membantu dalam mencegah ayam stres pasca vaksinasi.

Chrisna menambahkan bahwa personil Medion sangat membantu dalam pelaksanaan Program Vaksinasi DOC yang dilakukan di peternakannya. Ia mengatakan selain produk vaksin yang berkualitas, program ini didukung pula oleh alat vaksinasi yang canggih yaitu Daihara Automatic Vaccinator (DAV) dan Haesuto Sprayer (HSS) yang membantu proses vaksinasi di hatchery. Selain itu, adanya jasa pelayanan vaksinator yang disediakan Medion juga sangat membantu PT BUS.

“Sumber daya manusia kami memiliki keterbatasan dalam penggunaan alat vaksinasi, tapi sangat terbantu dengan adanya tim vaksinator Medion yang terlatih dan terampil untuk mempercepat proses vaksinasi. Serta dapat membagikan bagaimana menggunakan alat vaksinasi yang tepat bagi pekerja PT BUS agar dapat terampil dalam penggunaannya,” tambah Chrisna.

Para pelanggan peternak komersil PT BUS sangat puas dengan produk DOC yang dihasilkan PT BUS “Kami telah melakukan vaksinasi di hatchery. Maka dari itu, produk DOC yang kami distribusikan telah terlindungi sejak dini dan produktivitasnya tetap optimal hingga diterima oleh para pelanggan,” lanjut Chrisna.

Chrisna sangat puas dengan produk yang dihasilkan Medion karena terbukti berkualitas dan sesuai dengan isolat di lapangan. Ia berharap Medion terus berinovasi dan mengikuti perkembangan vaksin dengan tetap memperhatikan varian lokal sesuai isolat lapangan. “Pelayanan sudah baik dan jika perlu semakin ditingkatkan sehingga kepuasan pelanggan terjaga dan semakin bangga menggunakan produk dalam negeri,” tutup Chrisna. Adv