Menurut RaboResearch Food & Agribusiness, industri unggas global terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, dengan proyeksi pertumbuhan pasar global sebesar 2,5%-3% pada tahun 2025. Momentum ini berlanjut dari tahun 2024, didukung oleh beberapa faktor utama seperti daya tarik harga unggas di tengah tekanan daya beli, preferensi konsumen yang bergeser, dan inovasi dalam pemasaran serta pengembangan produk. Selain itu, kesadaran terhadap keberlanjutan menjadi tren baru yang mendorong konsumen di negara maju untuk beralih ke unggas karena jejak karbonnya lebih rendah dibandingkan protein hewani lainnya.
Mayoritas pertumbuhan ini diharapkan terjadi di pasar negara berkembang di Asia Tenggara, Amerika Latin, dan wilayah Timur Tengah dan Afrika (MEA). Namun, pasar negara maju seperti Eropa juga menunjukkan pertumbuhan yang konsisten, bahkan melampaui rata-rata global.
Pendorong Utama Pertumbuhan Pasar
Industri unggas saat ini didukung oleh beberapa kondisi pasar yang menguntungkan:
- Kenaikan Permintaan Global
Dengan pertumbuhan global mencapai 2,8% pada tahun ini, permintaan unggas meningkat di berbagai wilayah, termasuk Amerika Serikat, Asia Selatan dan Tenggara, serta Timur Tengah. Harga yang terjangkau dan inflasi harga pada protein lain seperti daging sapi dan babi memberikan keunggulan kompetitif bagi unggas. - Kondisi Ekonomi yang Lebih Baik
Perbaikan daya beli konsumen dan kepercayaan pasar telah mendorong pemulihan penjualan produk unggas olahan di berbagai pasar. - Penurunan Biaya Pakan
Harga pakan yang lebih rendah di paruh kedua tahun ini, terutama untuk jagung dan kedelai, turut mendukung margin keuntungan bagi produsen unggas. - Preferensi terhadap Keberlanjutan
Konsumen di negara maju semakin memilih unggas karena jejak karbonnya lebih rendah dibandingkan protein hewani lainnya, seperti sapi dan babi.
Pasar Global: Analisis Wilayah
- Asia Tenggara dan Selatan
Negara-negara seperti India, Vietnam, dan Filipina diperkirakan tumbuh di atas rata-rata global, didorong oleh peningkatan konsumsi domestik dan investasi dalam industri unggas. - Eropa
Konsumsi unggas di Eropa diperkirakan tumbuh sekitar 2,5%, didorong oleh pemulihan pasar unggas olahan dan daya tarik unggas sebagai protein berkelanjutan. - Amerika Latin dan Afrika
Amerika Latin, terutama Brasil, terus memperlihatkan momentum kuat berkat ekspor yang tinggi. Di Afrika, pasar unggas masih mengalami harga tinggi karena pasokan yang terbatas. - China dan Jepang
Pasar China menunjukkan perbaikan setelah beberapa tahun penuh tantangan, sementara Jepang masih menghadapi tantangan ekonomi akibat depresiasi yen.
Proyeksi Suplai Bahan Pakan
Proyeksi harga pakan untuk paruh pertama 2025 diperkirakan relatif stabil, namun dengan perbedaan regional.
Terdapat berbagai tren di pasar bahan pakan internasional, di satu sisi, hasil panen kedelai di AS mencapai rekor tertinggi (+10%), dengan produksi jagung yang meningkat tahun ini, bersama dengan proyeksi produksi jagung dan kedelai yang solid di Brasil dan Argentina. Hal ini menyebabkan pasokan yang stabil, peningkatan stok pasar jagung dan kedelai global, serta harga yang lebih rendah secara signifikan (terutama untuk kedelai).
Di sisi lain, pasar gandum mengalami tantangan lebih besar akibat hasil panen yang lebih kecil di Uni Eropa dan Rusia, sementara penanaman gandum musim dingin diperkirakan akan menghadapi kondisi kering di daerah utama. Ini menimbulkan kekhawatiran tentang kemungkinan pengenalan kembali kuota ekspor gandum Rusia.
Artikel ini merupakan potongan dari rubrik Internasional pada majalah Poultry Indonesia edisi Februari 2025. Baca selengkapnya di Majalah Poultry Indonesia Edisi Februari 2025, dan untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi: https://wa.me/+6287780120754 atau sirkulasipoultry@gmail.com










