Proteksi yang maksimal perlu dipersiapkan oleh para peternak saat memasuki musim pancaroba atau kondisi cuaca yang tak menentu. Menurut BMKG, diperkirakan cuaca di Indonesia pada bulan November 2022 hingga Januari 2023 mendatang umumnya mengalami curah hujan kategori menengah hingga tinggi. Pada November 2022 sebanyak 46,74% wilayah di Indonesia diperkirakan mengalami curah hujan kategori tinggi hingga sangat tinggi (>300 mm/bulan).
Hal ini pun menjadi perhatian CV Berkah Sejahtera, salah satu peternakan di wilayah Jawa Tengah yang sudah berkecimpung dalam industri ayam petelur (layer) sejak tahun 2011. Suroyo, Manager Farm CV Berkah Sejahtera menyebutkan bahwa kondisi pancaroba saat ini menjadi perhatiannya karena seringkali menimbulkan berbagai penyakit pada ternak, khususnya coryza.
Ia menceritakan bahwa peternakan Berkah Sejahtera Farm awalnya hanya memelihara 5.000 ekor layer dan berlokasi di Desa Kramat, Kabupaten Pemalang dan saat ini terus berkembang hingga mencapai populasi ratusan ribu ekor layer. “Kami memelihara dari DOC, pullet hingga layer afkir. Saat ini, kami juga telah memiliki kandang di Tegal Timur dan ada pula kerjasama kemitraan dengan peternak lainnya. Penyebaran telur mencakup ke beberapa daerah di Pemalang, Tegal dan Brebes yang totalnya bisa mencapai 4 ton telur per hari,” ungkap Suroyo.
Suroyo pun mengatakan bahwa ia sering kali menghadapi outbreak penyakit coryza. Hal tersebut disebabkan oleh kondisi lingkungan yang tidak stabil. “Kondisi pancaroba, tiba-tiba hujan lalu panas menjadi salah satu faktor munculnya outbreak coryza. Dahulu, coryza sering terjadi pada umur pullet maupun produksi atau antara umur 4 – 50 minggu sebanyak 2 – 3 kali dalam satu periode,” jelas Suroyo.
Ia mengatakan bahwa tingkat stres dan kondisi imun yang menurun juga menyebabkan penyakit coryza ini mudah muncul apalagi pada umur rawan antara 14 – 15 minggu. “Apabila muncul pada umur tersebut, feed intake pun menurun dan bobot ayam tidak dapat naik sesuai dengan target untuk siap produksi. Saat outbreak ini muncul, 3 – 4 % populasi dapat terkena coryza,” terangnya.
Coryza atau snot disebabkan oleh bakteri Avibacterium paragallinarum yang dapat menular melalui media pakan, air minum, dan udara yang terkontaminasi agen penyakit, atau kontak langsung dengan ayam yang sudah terinfeksi. Av. paragallinarum sangat menyukai lokasi sinus hidung (infraorbitalis). Di lokasi ini, bakteri Av. paragallinarum akan tinggal dalam jangka waktu lama dan sulit untuk dihilangkan. Ayam yang terinfeksi akan berperan sebagai carrier (pembawa) sehingga ada resiko serangan coryza akan berulang, terutama saat cuaca atau kondisi tubuh ayam kurang baik. Ayam yang sudah terinfeksi memiliki gejala seperti sulit bernapas, keluarnya lendir atau kotoran dari hidung yang berwarna kuning dan berbau serta mata bengkak.
“Tindakan preventif yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan biosecurity yang ketat serta pemberian vaksinasi. Selain itu, berikan juga vitamin atau suplemen untuk menjaga imunitas ternak karena apabila coryza sudah menyerang, maka dampaknya akan sangat merugikan,” ucap Suroyo.
Suroyo mengungkapkan kadang kala beberapa obat atau vaksinasi tidak terlalu terlihat efektifitasnya sehingga muncul outbreak, kemudian ia berkonsultasi dengan personil Medion. Suroyo direkomendasikan untuk menggunakan Medivac Coryza Q. Medivac Coryza Q merupakan vaksin inaktif berbentuk emulsi untuk mencegah infeksi korisa/ snot pada unggas. Medivac Coryza Q mengandung 4 bakteri Av. Paragallinarum yaitu serovar A, B, C2 dan C4. Bakteri Av. Paragallinarum serovar C4 bersirkulasi hampir di seluruh wilayah di Indonesia dan proteksi silang antar serovar cukup rendah sehingga perlu kita cegah melalui vaksinasi dengan vaksin yang homolog.
“Setelah menggunakan Medivac Coryza Q, saya melihat durasi imunitas pada layer menjadi lebih panjang, memberikan proteksi sehingga produktivitas menjadi lebih optimal,” jelas Suroyo. Vaksinasi Medivac Coryza Q dilakukan pada umur 6 – 7 minggu kemudian pada umur 14 – 15 minggu sebanyak 0,5 ml per ekor. Rute pemberian yang paling direkomendasikan adalah intramuskular pada dada. Ia merasa setelah menggunakan Medivac Coryza Q tidak ada lagi kasus outbreak coryza dan imunitas semakin panjang.
Dalam perjalanannya, CV Berkah Sejahtera telah mempercayakan kebutuhan vaksinasi, vitamin, dan obat-obatan menggunakan produk-produk dari Medion. Suroyo merasa sangat puas dengan pelayanan dan produk yang diproduksi oleh Medion. Ia merasakan bahwa Medion sangat cepat, tepat, dan bersahabat dalam memberikan pelayanan serta membantu para peternak. “Semoga Medion terus berinovasi dan memberikan produk terbaiknya,” tutup Suroyo. Adv
Proteksi Layer dari Penyakit Coryza
Musim pancaroba membuat peternak perlu lebih waspada terhadap munculnya penyakit. Salah satunya adalah dengan memproteksi ternak dari penyakit coryza.










