Konsep apik peluncuran Vectormune® ND di Indonesia (4/09)
Vaksin ND yang menggunakan teknologi vektor vaksin sangat dinantikan industri perunggasan di Indonesia. PT Ceva Animal Health Indonesia menghadirkan produk terbarunya, Vectormune® ND teknologi vaksin vektor ND pertama dan secara resmi hadir di Indonesia. Berlokasi di InterContinental Hotel Pondok Indah, Jakarta Selatan. “The launching Vectormune ND – The Ultimate ND Protection with Innovative ND Solution “ sukses di gelar PT Ceva Animal Health Indonesia (04/09).
Dalam peluncuran Vectormune® ND, Ruud Aerdts selaku Asia Zone Director, Ceva Animal Health Asia mengatakan bahwa produk inovatif milik Ceva akan membantu para peternak untuk mengendalikan Newcastle Disease (ND). “Perlu di ingat bahwa pencegahan penyakit lebih penting, dibandingkan dengan pengobatan. Kami berupaya mengatasi penyakit lebih baik dengan reaksi efek samping yang lebih sedikit daripada vaksin konventional. Ini merupakan cara Ceva dan peternak untuk berjalan dengan tepat mengatasi ND dengan lebih efisien dan tentunya memberikan kontrol yang baik,” ujarnya.
Vaksin vektor merupakan vaksin rekayasa genetik dimana gen yang berasal dari satu organisme yang berperan sebagai pendonor disisipkan kedalam genom organisme lain yang berperan sebagai vektor untuk memberikan respon imun yang protektif terhadap kedua organisme. Pada vaksin vektor ND, gen ND disisipkan ke dalam genom merupakan Herpesvirus of Turkey (HVT) marek.
Kehadiran dan dukungan para undangan memberikan energi untuk Ceva Animal Health Indonesia dalam lauching Vectormune® ND
Situasi ND di Indonesia
Keberadaan ND di dunia, tercatat sejak 1926 – 1927. Pertama kali ditemukan di Jawa, dalam kurun waktu dua tahun penyebarannya semakin meluas dengan kasus mortality 100% di daratan Asia dan menyebar ke berbagai wilayah lainnya. Ayatullah M. Natsir
selaku Technical and Marketing Manager – Ceva Animal Health Indonesia menyatakan bahwa penyebaran ND terjadi dengan signifikan penyebarannya hingga Afrika dan Eropa. Di Eropa, pada tahun 70an mulailah digunakan vaksin live untuk mengurangi kerugian mengatasi kasus ND.
Di tahun 2000an, keberadaan kasus ND di Indonesia semakin banyak bermunculan, Ceva Animal Health Indonesia memiliki tim khusus untuk mengetahui kondisi penyakit- penyakit pada unggas. Ayat mengungkapkan “Menurut data survey yang di miliki Ceva, di tahun 2018 ditemukan sebanyak 22% kasus ND. Di tahun 2019, hampir 1/3 kasus penyakit yang ditemukan merupakan kasus ND. Penyakit ini tetap stabil dan mudah ditemukan, secara dominan jenis virus ND yang terjangkit di Indonesia memiliki velogenik genotif VII,” ujarnya.
Proteksi ND dengan inovasi
Hadir pula Veterinary Services Director Ceva Animal Health Asia, Marcelo Paniago menjelaskan mengenai inovasi ilmiah yang dihadirkan Ceva. Saat ini keberadaan vaksin untuk mengatasi penyakit ND dapat ditemui dengan banyak jenis dan merek yang ditawarkan. Namun, Ceva memiliki jenis yang berbeda dan belum cukup dikenal oleh para peternak di Indonesia yaitu, vaksin vektor. Marcelo mengatakan bahwa, “Kehadiran vektor vaksin tentu membawa perbedaan dan Ceva perkenalkan teknologi vaksin terbaru bagi para peternak. Seperti yang diketahui, pemberian vaksin secara kovensional masih banyak dilakukan dan kerap tidak maksimal. Untuk
mengatasinya, pemberian vaksin Vectormune® ND ini dapat diaplikasikan secara in-ovo pada telur umur 18 – 19 hari di hatchery agar keberhasilan perlindungan dari penyakit ND lebih terjamin,” ujarnya. Selain itu, Vectormune® ND dapat menjadi pelengkap vaksin IBD immune kompleks yaitu Transmune yang aman diaplikasikan secara sekaligus dalam satu injeksi in-ovo. Vectomune® ND memberikan perlindungan yang maksimal dibandingkan ND killed karena tidak terganggu oleh adanya maternal antibody, durasi imunitas panjang, perlindungan lebih luas terhadap berbagai tantangan ND dan mampu untuk mengurangi shedding serta tidak menimbulkan efek samping (reaksi post vaksinasi). Perlindungan ini dikarenakan Vectomune® ND menggertak kekebalan humoral, kekebalan berperantara sel dan kekebalan mukosa.
Mustafa Seckin Sandikli, Corporate Poultry Marketing Manager, Ceva Sante Animal
e menuturkan, teknologi vektor vaksin mulai dikembangkan Ceva sejak 25 tahun lalu. Saat ini sudah sangat sukses di seluruh dunia dan menjadi referensi vaksin ND di dunia, hal ini terbukti dari hasil penggunaan Vectormune® ND baik di negara yang low ND pressure maupun yang high ND pressure. Vaksin ini sudah digunakan di 30 milyar ayam sejak di launching dari tahun 2007 hingga 2017.
Tim Ceva berfoto bersama saat peluncuran Vectormune ND
Ia menambahkan bahwa Ceva melakukan pembuktian perlindungan dari Vectormune® ND untuk mereduksi shedding di peternakan, melalui 3 perlakuan hasilnya bahwa ketiganya memiliki hasil penurunan yang signifikan dan memiliki perbedaan jauh dengan kontrol shedding reduksi yang lainnya. Perlindungannya pun dapat bertahan lama. Menurut studi yang dilakukan Ceva, vaksin HVT yang terkandung pada Vectormune® ND terus bereplikasi dan meningkatkan imunitas ayam hingga umur 72 minggu, setelah satu kali pemberian Vectormune® ND pada umur satu hari. Vaksin ini tidak bereplikasi di saluran pernafasan unggas. Maka dari itu, penggunaannya sangat aman dan tidak merusak pertumbuhan dan perkembangan unggas.
Moderenisasi hatchery
Chalermchai Skulphuek selaku Vaccination Service & Equipment Manager, Ceva Asia memperkenalkan teknologi modern dalam pemberian vaksin. “Ceva perkenalkan vaksinasi modern melalui teknologi otomatisasi di hatchery. Penggunaan otomatisasi ini dapat meningkatkan efisiensi, performa serta mengoptimalkan biaya. Kami perkenalkan generasi terbaru teknologi in-ovo Egginject® milik Ceva dengan Sistem Dual Presure Injection dan didukung oleh Laserlife® untuk membantu dalam sistem candling otomatis yang dapat mengidentifikasi kondisi telur secara keseluruhan,” ujarnya.
Laserlife® mampu mengidentifikasi telur DIS yang middle mortality, late mortality, up-side down dan rotten, sehingga hanya telur- telur fertil dengan kondisi baik dan sanitasinya terjaga yang akan terinjeksi secara in ovo sistem Egginject®. Secara praktis dan ekonomis, teknologi vaksin in-ovo Egginject® dengan kombinasi Laserlife® dapat membantu proses modernisasi hatchery dan meningkatkan performa unggas, karena metode aplikasi yang digunakan sangat aman, konsisten, akurat dan lebih cepat. Perkembangan respon imun pun lebih baik dan kesejahteraan hewan menjadi lebih sedikit stress setelah menetas dan optimalisasi sumber daya tenaga kerja yang signifikan dengan vaksinasi konventional yang dilakukan biasanya.
Sebagai penutup dalam rangkaian peluncuran Vectormune® ND, Edy Purwoko selaku President Director PT Ceva Animal Health Indonesia mengucapkan rasa terima kasih atas kehadiran para undangan dari berbagai daerah di Indonesia. “Sangat berkesan bagi Ceva Indonesia, karena bapak ibu telah berkenan hadir pada launching Vectormune® ND. Kami berbahagia karena dapat menghadirkan Vectormune® ND yang tidak terinterverensi maternal antibody, maximum protection, long life protection, no side effect dan harapannya dengan adanya Vectormune® ND dapat membantu kesuksesan peternakan di Indonesia,” tutupnya. Adv