POULTRYINDONESIA, Malang – Pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) melaksanakan groundbreaking Pengembangan Hilirisasi Ayam Terintegrasi di enam titik nasional, dengan Kabupaten Malang, Jawa Timur, sebagai salah satu lokasi pelaksanaan, Jumat (6/2/2026). Program ini diinisiasi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebagai langkah antisipatif negara untuk memastikan swasembada protein nasional berjalan aman, berkelanjutan, dan merata, seiring meningkatnya kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Meski Indonesia secara teknis telah mencapai swasembada daging dan telur ayam, pemerintah menilai struktur pasokan perlu diperkuat agar lebih adaptif menghadapi lonjakan permintaan. Tambahan kebutuhan untuk mendukung MBG diperkirakan mencapai 1,1 juta ton daging ayam dan 774 ribu ton telur per tahun.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, menegaskan proyek ini bukan sekadar pembangunan kandang, melainkan penguatan ekosistem perunggasan terintegrasi dari hulu hingga hilir.
“Hilirisasi ayam terintegrasi ini merupakan inisiatif langsung Bapak Menteri Pertanian sebagai langkah strategis negara untuk memastikan swasembada protein berjalan berkelanjutan, merata, dan berpihak pada peternak rakyat,” ujar Agung dalam acara Groundbreaking Hilirisasi Fase I Danantara yang digelar secara hybrid di Malang.
Ia menambahkan, Kementerian Pertanian mendukung penuh program hilirisasi sebagai instrumen pemerataan produksi di seluruh wilayah, sekaligus menjaga stabilisasi harga dan kepastian pasokan daging ayam dan telur, terutama untuk menopang pelaksanaan MBG.
Menurut Agung, ekosistem yang dibangun mencakup pembibitan ayam dari hulu (GPS, PS, FS), penguatan pakan berbasis bahan baku dalam negeri, kesehatan hewan, pembangunan Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) dan cold chain, pengolahan daging dan telur, hingga sistem logistik dan pemasaran.
Dari sisi pembiayaan, pemerintah menyiapkan dukungan investasi sekitar Rp20 triliun dari Danantara. Selain itu, akses pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Rp50 triliun disiapkan untuk peternak dan koperasi, termasuk melalui skema Koperasi Desa Merah Putih.
Direktur Utama ID Food, Gimoyo, mengatakan BUMN pangan akan berperan menyerap hasil produksi peternak rakyat sekaligus menjaga keseimbangan pasar. Pada tahap awal, groundbreaking dilakukan di enam titik sebagai fase pertama dari total 30 lokasi pengembangan nasional. Enam titik tersebut meliputi Jawa Timur (Malang), Sulawesi Selatan (Bone), Gorontalo (Gorontalo Utara), Kalimantan Timur (Paser), Nusa Tenggara Barat (Sumbawa), dan Lampung (Lampung Selatan).
Peresmian groundbreaking dilakukan langsung oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Kepala BPI Danantara, Rosan Roeslani, beserta jajaran. Rosan menyampaikan bahwa Danantara saat ini mendukung enam proyek hilirisasi strategis dengan nilai investasi sekitar 7 miliar dolar AS, yang seluruhnya menjadi prioritas Presiden.
“Proyek hilirisasi selalu menjadi prioritas Bapak Presiden. Karena itu percepatan terus dilakukan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh ekonomi masyarakat,” kata Rosan. Ia menambahkan, dengan konsistensi kebijakan dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, hilirisasi akan menjadi kunci menuju Indonesia yang makmur dan sejahtera.
Dari proyek hilirisasi ayam terintegrasi ini, pemerintah memproyeksikan tambahan produksi sebesar 1,5 juta ton daging ayam dan 1 juta ton telur per tahun. Program tersebut diperkirakan mampu menciptakan sekitar 1,46 juta lapangan kerja baru serta meningkatkan pendapatan bruto peternak hingga Rp81,5 triliun per tahun. Dari sisi sosial, pasokan ini diharapkan menopang kebutuhan sekitar 82,9 juta penerima manfaat MBG sekaligus berkontribusi dalam penurunan angka stunting dan kemiskinan nasional.
Dapatkan informasi lainnya mengenai Industri Perunggasan di Indonesia dengan bergabung bersama kami di WhatsApp Channel Poultry Indonesia