Bagaimana cara mendapatkan dan berlangganan majalah Poultry Indonesia?
Bagaimana cara membayar pesanan majalah Poultry Indonesia?
Apa itu Advertorial?
Bagaimana cara memasang iklan di website Poultry Indonesia?
Dari mana referensi informasi dalam majalah poultry indonesia?
Dengan siapa saya bisa bertanya seputar kesehatan, penyakit terkait unggas?
Apa itu Poultry Events?
Dengan siapa saya bisa ingin mengajukan kerjasama media partner atau mengadakan suatu kegiatan?
Apa itu Poultry Indonesia?
Poultry Indonesia merupakan majalah yang didirikan pada tahun 1979 di Jakarta, dan menjadi majalah pertama dan tertua di Indonesia yang memiliki ulasan khusus mengenai perunggasan.
Referensi informasi yang tersaji dalam majalah Poultry Indonesia tidak hanya tercakup dalam negeri saja, Poultry Indonesia telah menjalin kerjasama dengan berbagai pihak luar negeri untuk menyajikan informasi terkait perkembangan perunggasan di luar Indonesia.
Poultry Indonesia terdiri dari sekelompok orang yang memiliki dedikasi dan apresiasi tinggi terhadap pekerjaan mereka, dengan senantiasa selalu menyajikan sebuah majalah yang layak dibaca oleh masyarakat perunggasan.
Kapan Majalah Poultry terbit?
Majalah Poultry Indonesia terbit per bulan pada minggu ke-2 dan memiliki dua belas edisi setiap tahun.
Bagaimana cara mendapatkan dan berlangganan majalah Poultry Indonesia?
Majalah Poultry Indonesia tersedia di Toko Buku Gramedia namun dengan kuantiti terbatas. Anda bisa juga langsung membeli dengan menghubungi Poultry Indonesia melalui:
Advertorial adalah artikel yang dimuat di media massa dengan cara membayar yang bertujuan untuk promosi.
Selain itu juga advertorial bisa diartikan sebagai iklan yang disusun atau dibuat sedemikian rupa
sehingga seperti sebuah artikel yang dikarang oleh media cetak yang bersangkutan.
Bagaimana cara memasang iklan di website Poultry Indonesia?
Untuk dapat memasang iklan pada Website Poultry Indonesia dapat menghubungi Divisi Iklan melalui Email:
Darimana referensi informasi dalam majalah poultry indonesia?
Referensi informasi yang tersaji dalam majalah Poultry Indonesia tidak hanya tercakup dalam negeri saja, Poultry Indonesia telah menjalin
kerjasama dengan berbagai pihak luar negeri untuk menyajikan informasi terkait perkembangan perunggasan di luar Indonesia.
Koresponden Luar Negri:
Elis Helinna (New York, Amerika Serikat)
Koresponden Dalam Negeri:
Boy Gunawan Agustino (Tegal),
Muhrishol Yafi (Sidoarjo),
Mahardika Agil Bimasono (Yogyakarta), Sri Maulidini (Purwokerto),
Tri Okto Sareji Adytia (Poso).
Dengan siapa saya bisa bertanya seputar kesehatan, penyakit terkait unggas?
Brazil dan Asia tenggara diperkirakan akan menjadi kawasan dengan laju pertumbuhan produksi unggas dan daging tercepat dibandingkan dengan negara lainnya. Industri perunggasan dan perikanan diperkirakan akan menjadi dua sumber produksi protein yang akan meningkat di tahun 2024. Meskipun begitu, industri perunggasan masih perlu waspada terhadap beberapa tantangan seperti Avian Influenza dan El Nino.
Melansir Global Animal Protein Outlook 2024 keluaran Rabobank, produksi daging unggas dan ikan dunia diperkirakan akan meningkat di tengah menurunnya produksi daging sapi dan babi. Penurunan produksi protein dunia (khususnya sapi dan babi) disebabkan oleh meningkatnya biaya produksi, dan pasokan bahan baku yang terbatas. Hal ini juga diperkirakan akan melambungkan harga protein asal hewan dunia. Meskipun begitu, kenaikan produksi di sektor perunggasan diperkirakan masih lebih lambat daripada tahun 2023.
Selaras dengan pernyataan tim riset Rabobank, The US Department of Agriculture (USDA) dalam Livestock and Poultry: World Markets and Trade Oktober 2023 memperkirakan bahwa produksi daging ayam dunia tahun 2024 bisa mencapai 102,3 juta ton, atau meningkat sekitar 1% dibanding tahun 2023.
Proyeksi produksi protein asal hewan tahun 2024
Merangkum dari Rabobank Global Animal Protein Outlook 2024 dan USDA Livestock and Poultry: World Markets and Trade 2023, berikut ini adalah proyeksi produksi protein asal hewan tahun 2024 di berbagai belahan dunia. Dimana Asia Tenggara diperkirakan pertumbuhan produksi unggas, babi, dan sapi akan didukung oleh semakin membaiknya situasi ekonomi dan membaiknya masalah penyakit pada hewan.
Kemudian untuk benua Eropa, konsumsi unggas diperkirakan akan meningkat sedangkan konsumsi daging sapi dan babi akan menurun. Meskipun begitu, hal ini sepertinya tidak diikuti dengan peningkatan produksi unggas karena tekanan highly pathogenic avian influenza (HPAI), perubahan sistem produksi, dan rendahnya dorongan ekspor. Menurut USDA, ekspor unggas dari Eropa pada tahun 2024 dilaporkan akan menurun 4% dari tahun 2019 (pre-pandemi). Hal ini dikarenakan pembatasan impor dari negara-negara lain karena adanya wabah HPAI di Eropa.*Mahasiswi S3 di School of Veterinary Sciences, Massey University, New Zealand
Artikel ini merupakan potongan dari rubrik Internasional pada majalah Poultry Indonesia edisi Januari 2024. Baca selengkapnya di Majalah Poultry Indonesia Edisi Januari 2024, dan untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi: 021-62318153 atau sirkulasi@poultryindonesia.com