Tumpukan biji kedelai (sumber gambar: http://www.poultrynews.co.uk/)
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Saat ditanya mengenai proyeksi jumlah produksi FS broiler tahun 2021 jika dilihat dari impor GPS sebelumnya, populasi PS, dan kebijakan pemangkasan produksi (cutting) yang selama ini diberlakukan, Nasrullah menjawab bahwa realisasi impor DOC GPS ayam ras pedaging tahun 2018 sebanyak 748.621 ekor D-line, tahun 2019 sebanyak 742.239 ekor D-line dan tahun 2020 (realisasi sampai 5 Desember 2020) sebanyak 649.139 ekor D-line. Berdasarkan realisasi impor DOC GPS tahun 2018-2020, maka produksi DOC PS tahun 2018 sebanyak 3.721.292 ekor, tahun 2019 sebanyak 28.875.713 ekor, tahun 2020 sebanyak 28.497.808 ekor dan tahun 2021 sebanyak 22.964.312 ekor. Oleh karenanya, potensi produksi DOC FS tahun 2021 (70,14% dari realisasi DOC GPS tahun 2019) adalah sebanyak 3.610.244.187 ekor.
Sementara itu menurut Achmad Dawami selaku Ketua Umum Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU), menjelaskan bahwa kebijakan pemerintah tahun 2020 di mana ada pengurangan parent stock (PS) broiler dengan usia di atas 50 minggu maka akan berdampak pada jumlah FS broiler pada tahun 2021. Namun, yang masih dikhawatirkan adalah permintaan tahun 2021 masih sulit diprediksi karena kondisi pandemi juga masih terus berlangsung bahkan akhir-akhir ini kasusnya meningkat tajam.
Dalam menanggapi pemerintah mengambil langkah kebijakan SE Cutting dan sebagainya yang tujuannya tentu untuk mengurangi jumlah suplai, menurutnya upaya itu silahkan saja. Namun upaya itu harus adil. “Saya selaku Ketua Umum GPPU pernah menyampaikan ke pemerintah agar tolong dalam mengeluarkan kebijakan pemangkasan (cutting) yang proporsional dan adil. Kalau bisa Breeding Farm yang kecil jangan ikut dipotong, tapi pada akhirnya sikap pemerintah yang menentukan,” jelas Dawami.
Senada dengan Dawami, Desianto Budi Utomo yang merupakan Ketua Umum Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) mengaku bahwa untuk membaca proyeksi perunggasan tahun 2021 akan sangat tergantung dari perkembangan COVID-19. Walaupun tahun 2021 vaksin sudah mulai didatangkan, akan tetapi faktor lain seperti kebijakan PSBB, pariwisata, hotel, restoran, katering, termasuk sekolah jika mulai dibuka maka diharapkan akan mampu meningkatkan permintaan terhadap daging ayam.
Dalam menuju tahun perunggasan 2021, Desianto berharap kepada pemerintah untuk bisa mendukung perkembangan industri pakan ternak di Indonesia. Beberapa hal itu antara lain pemerintah diharapkan bisa menjamin ketersediaan suplai jagung secara kontinyu dan berkelanjutan, idealnya pemerintah memiliki buffer stock/cadangan jagung nasional untuk menjamin stabilisasi harga, dan kepastian pasokan.
Baca Juga: Peternak Harapkan Harga Jual Ayam dan Telur Naik Seiring Naiknya Harga Pakan
Selanjutnya adalah perlunya fasilitas pasca panen seperti gudang dan silo di sentra-sentra produksi jagung untuk menjaga harga dan kualitas jagung saat panen raya. Pemerintah diharapkan juga diharapkan dapat memberlakukan relaksasi berbagai aturan demi memperpendek birokrasi ataupun melonggarkan aturan yang ada terutama kebijakan mengenai impor bahan pakan karena keterbatasan ketersediaan bahan pakan lokal.
Pendapat yang tidak jauh berbeda juga diuatarakan oleh Irawati Fari selaku Ketua Umum Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI) saat dihubungi Poultry Indonesia melalui aplikasi Zoom, Senin (14/12). Menurutnya, pertumbuhan obat hewan tahun 2021 diprediksikan naik 5-6% dari tahun 2020. Namun untuk angka pastinya masih sulit ditebak karena pandemi COVID-19 masih terus berlangsung yang tentunya berdampak pada perekonomian nasional. .
Celah yang dimaksud oleh Irawati adalah industri perunggasan termasuk kategori industri pangan yang tetap dibutuhkan masyarakat dalam kondisi apapun. Apalagi di tengah pandemi seperti sekarang, masyarakat justru harus menjaga stamina dengan cara mengonsumsi makanan bergizi agar tetap sehat dan tidak mudah terserang virus. Salah satu cara untuk menjaga stamina adalah dengan rutin mengonsumsi sumber protein hewani seperti produk asal unggas yang memang mudah didapat dan harganya terjangkau.
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap yang telah dimuat di Majalah Poultry Indonesia Edisi Januari 2021 dengan judul “Industri Perunggasan di Tengah Pandemi”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153