Jajaran Pimpinan PT CPI Berfoto Bersama Pimpinan UNPAD
Jajaran Pimpinan PT CPI Berfoto Bersama Pimpinan UNPAD
POULTRYINDONESIA, Sumedang – Ditengah persaingan usaha yang semakin ketat, efisiensi produksi menjadi hal mutlak bagi industri perunggasan. Untuk itu, penggunaan teknologi dalam proses budi daya menjadi sebuah keharusan bagi peternak saat ini. Namun, selain penggunaan teknologi, kualitas sumber daya manusia (SDM) yang mengoperasikan juga harus ditingkatkan, tak terkecuali yang dilahirkan oleh perguruan tinggi.
Untuk itu, sebagai upaya mendukung peningkatan kualitas SDM perunggasan dimasa depan dan wujud kerja sama industri dan perguruan tinggi, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPI) menandatangi nota kesepahaman (MoU) pembangunan hibah fasilitas closed house dan pengembangan enterpreneurship training center (ETC) bersama Universitas Padjadjaran (UNPAD).
Dalam laporannya, Dekan Fakultas Peternakan, UNPAD, Dr. Ir. Rahmat Hidayat, S.Pt., M.Si. IPM mengucapkan terima kasih kepada PT CPI atas kerja sama yang telah dilaksanakan. Kerjasama ini meliputi hibah pembangunan closed house dari PT CPI senilai Rp 2,235.000.000 dan pengembangan ETC.
Closed house dan ETC ini merupakan bagian dari rencana besar Fakultas Peternakan untuk pengembangan laboratoium lapangan untuk berbagai komoditas dan bidang ilmu peternakan yang terintegrasi dalam suatu system Sustainable Livestock Techno Park (SLTP).
Baca juga : Sinergi Integrasi Vertikal dan Horizontal Untuk Perkembangan Peternakan Indonesia
“Khusus untuk komoditas unggas ini akan dikembangkan secara terintegrasi pengembangan unggas from breeding to processing, mulai dari budidaya dalam sistem closed house, revitalisasi dan pengembangan rumah potong ayam, Fresh Mart Padjadjaran yang menyediakan produk produk ternak sampai ke makanan siap saji (Padjadjaran Fried Chiken). Kami berharap dengan kerja sama ini, UNPAD bisa melahirkan lulusan yang benar-benar handal dan profesional dalam dunia kerja dan industri,” ungkap Rahmat dalam acara yang terselenggara di daerah Jatinangor, Sumedang, Kamis (13/1).
Dalam kesempatan yang sama Prof. Dr. Rina Indiastuti, S.E., M.SIE., Rektor Universitas Padjadjaran mengaku senang dan bangga bisa bekerja sama dengan PT CPI yang merupakan perusahaan terintegrasi dan telah berkiprah lama dalam turut serta dalam pembangunan nasional. Selain itu, dirinya mengaku bahwa sangat senang PT CPI terus bisa berkembang bersama dengan stakeholders nya, salah satunya dengan UNPAD. Hal ini merupakan langkah dari CPI untuk turut membangun SDM peternakan, terkhusus perunggasan.
“Saya berharap kemitraan ini dapat memberikan kebermanfaat kedepan, baik untuk media pembelajaran, penelitian maupun pengalaman. Semoga langkah kerja sama ini bisa terus berlanjut. Terima kasih, kami sampaikan atas kerja sama ini, dan akan kami manfaatkan dengan baik, ucapnya.
Presiden Direktur PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, Dr. (HC) Thomas Effendy, SE., MBA dalam sambutannya menyampaikan bahwa hari ini terdapat 2 program, pertama penandatangan MoU dan perjanjian kerja sama program ETC yang merupakan program cukup baru dari PT CPI, dan kali ini merupakan  kerja sama ETC yang ke 5. Kerja sama ETC di UNPAD ini berupa silabus, yang akan diterapkan dalam kelas perkuliahan.
“Diharapkan, nantinya ketika telah terdapat toko fisik, mahasiswa telah mempunyai jiwa-jiwa kewirausahaan,” jelasnya.
Selain itu, dalam kesempatan ini PT CPI juga menghibahkan teaching farm berupa closed house modern dengan populasi 20.000 ekor. Thomas melanjutkan bahwa, dengan berbagai evaluasi dan pemantauan yang dilakukan perusahaan, ternyata masih terdapat beberapa kelemahan yang harus diperbaiki dari sarjana sarjana yang dihasilkan oleh perguruan tinggi peternakan di Indonesia. Untuk itu, CPI berupaya menciptakan suatu program yang diharapkan, dapat membantu perguruan tinggi dalam mencetak sarjana yang benar-benar berkualitas, siap bekerja serta mengetahui dan bisa membudidayakan ayam dengan sistem modern.
Simbolis Potong Pita Kerja Sama UNPAD dan PT CPI
“Kita terus berupaya untuk mendukung perguruan tinggi di Indonesia dalam membangun SDM yang unggul terutama dalam sektor perunggasan, salah satunya dengan menyediakan fasilitas dan pengalaman yang dapat menunjang program pembelajaran maupun penelitian. Diharapkan closed house ini selesai dalam 4 bulan, dan siap untuk digunakan,”. tegasnya.
Lebih lanjut, Thomas mengungkapkan bahwa selain unsur pendidikan dan penelitian, closed house ini mempunyai nilai komersial yang tinggi. Untuk itu, dirinya mengingatkan agar unsur komersial yang akan diperoleh, dapat disisihkan sebagian untuk membangun satu closed house riset berskala kecil yang fokus untuk laboratorium penelitian.
“Tidak perlu kapasitas yang besar, namun benar-benar dapat dijadikan sebagai tempat penelitian yang efektif. Karena, apabila penelitian berskala besar dilakukan dalam teaching farm, maka akan banyak ayam yang stres akibat berbagai perlakuan dalam penelitian, seperti diwarnai, dicekrek di bulu, serta ditandai untuk kepentingan riset,” tuturnya.
Baca juga : Bungkil Inti Sawit sebagai Bahan Pakan Ternak yang Perlu Dipertimbangkan
Dalam acara ini, turut hadir Nandang Suparman, S.Sos, selaku Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Sumedang. Dirinya berharap dengan keberadaan PT CPI disini tidak hanya bekerja sama dengan lingkup perguruan tinggi, namun juga bisa bersinergi dan bermanfaat bagi lingkungan Kabupaten Sumedang.
“Terus terang kami masih mempunyai masalah dalam pemenuhan kebutuhan daging di Kabupaten Sumedang. Secara pemenuhan memang telah tercukupi, namun hal itu disuplay dari luar daerah. Untuk itu, kami berharap, dengan adanya CPI bisa menjawab tantangan tersebut, serta banyak membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat Sumedang, sehingga selain bisa mengembangkan internal juga bisa bersinergi dengan lingkungan Kabupaten Sumedang,” pintanya.