Dalam perkembanganya, PT Kubota Indonesia berinovasi dalam mendukung industri peternakan di Indonesia, khususnya pada industri perunggasan dan perikanan. Pada kesempatan ini, PT Kubota Indonesia memperkenalkan Mesin DI-TT Series, mesin diesel Kubota seri DI-TT ini memiliki banyak keunggulan, diantaranya penggunaan yang mudah serta dapat dilakukan pengaturan kapasitas bahan bakar dan air radiator sesuai dengan kebutuhan, biaya operasional bahan bakar lebih hemat, performa mesin yang handal dan mampu bekerja dalam jangka waktu yang lama. Selain itu mesin DI-TT Kubota juga tersedia dalam beberapa pilihan produk (6,5 HP, 8,5 HP, dan 11 HP).

Pada peternakan ayam sistem closed house, mesin DI-TT Kubota digunakan untuk menggerakan blower pada sistem ventilasi. Ahmad Haris selaku pemilik Peternakan Ayam ‘Degem Tengah Sawah’ telah menggeluti usaha peternakan broiler sejak tahun 2015. “Peternakan yang kami kelola telah menggunakan kandang full closed house dengan kapasitas 20.000 ekor. Pada peternakan kami, memiliki 16 Kipas dimana terdapat 8 unit yang digerakkan dengan motor listrik/PLN dan 8 unit digerakkan oleh mesin diesel,” ungkapnya, Jumat,  (20/8) via sambungan telepon.

Haris mengatakan bahwa banyak sekali manfaat yang dirasakannya setelah menggunakan mesin dari Kubota. “Kami mengetahui produk Kubota sejak lama, Namun dahulu di industri pertanian dan sekarang ternyata ada pula produk Kubota untuk di peternakan. Jadi kami mencoba untuk menggunakan mesin diesel seri RD 85 DI-TT untuk menggerakan kipas. Dengan menggunakan produk Kubota ini, kami dapat mengatur kecepatan kipas sesuai dengan kebutuhan di dalam kandang, dibandingkan dengan menggunakan listrik membutuhkan inverter tambahan untuk mengubah kecepatan kipas. Selain itu, manfaat yang terpenting sangat kami rasakan secara ekonomis,” ungkapnya.
Menurut data yang telah dihimpun, nilai Efisiensi yang Haris dapatkan dari kebutuhan listrik (PLN) 3 phase dengan penggunaan 8 kipas. Saat operasional berlangsung sejak (28/05/21 – 01/07/21) atau masa operasional sekitar 35 hari. Membutuhkan listrik bulanan sebanyak Rp.11.705.000,- atau kebutuhan harian listrik mencapai Rp.334.429,-. Sedangkan pada penggunaan 4 kipas dengan waktu yang sama, kebutuhan operasionalnya mencapai Rp.5.570.256 atau Rp.159.150,- per harinya.“Kami melakukan trial test dengan Kubota RD 85 DI-TT untuk penggunaan 4 kipas, dalam waktu pemakaian 25 hari. Sangat terlihat efisiensi yang kami rasakan. Penggunaan 432 Liter BBM (harga Rp.5.150) total pengeluaran kita hanya Rp.2.224.800,- Artinya efisiensi yang kami rasakan dapat mencapai 55,9%” tutur pemilik kandang yang berlokasi di Desa Sumber Agung, Jombang, Jawa Timur ini.
Senada dengan penga- laman Haris, Mahmud Arsodiq salah seorang peternak broiler asal Dusun Jambon, Nganjuk. Pengalaman yang ia rasakan setelah menggunakan produk mesin diesel dari PT Kubota Indonesia. “Walaupun kami masih terbilang baru dalam industri perunggasan, dan lokasi peternakan kami yang cukup jauh. Kami tidak menggunakan sumber listrik untuk penggerak kipas di kandang kami. Sehingga, kami menggunakan mesin diesel untuk menggerakkan kipas di kandang,”terang Sodiq, pemilik peternakan Kabul Joyo (KJ) Farm Jumat, (20/8).

Pada awalnya KJ Farm menggunakan produk mesin diesel buatan China, kemudian PT Kubota Indonesia bermaksud untuk melakukan trial di peternakannya. Sodiq pun menyambut baik dan mulai menggunakan mesin diesel dari Kubota Indonesia. “Saya mengetahui Kubota ini perusahaan asal Jepang dan dari kualitas dan pengalamannya tentu sudah tak perlu lagi untuk diragukan. Kami memiliki 2 kandang dengan kapasitas 30.000 ekor dengan masing-masing kandang menggunakan 8 kipas untuk blower yang didukung oleh diesel China dan diesel Jepang. Setelah kami bandingkan antara keduanya, hasilnya kualitas mesin dan kebutuhan bahan bakar yang digunakan sangat berbeda sekali,” tuturnya.

Penggunaan produk China dengan ukuran 26 HP untuk kebutuhan 4 kipas. Sodiq menerangkan bahwa dalam 25 hari trial kebutuhan biaya operasional sebanyak Rp.3.584.400,- atau Rp.143.376,- per harinya. Setelah menggunakan Kubota RD 85 DI-TT, ia hanya membutuhkan biaya operasional sebanyak Rp.3.151.800,- atau Rp.126,072,- per harinya atau perbandinganya sebesar 87,9%.

Ia mengatakan diesel Jepang atau produk dari PT Kubota Indonesia ini sudah teruji dan membuat Sodiq serta pegawainya menjadi lebih nyaman, karena tenaga yang dihasilkan dan biaya operasional menjadi lebih irit serta umur mesin yang panjang dan kestabilan mesin yang baik. Saat penggantian mesin dari listrik atau produk mesin China pun sangat mudah dan tidak membutuhkan perombakan.

“Kami sangat terbantu dengan pelayanan dan service dari Kubota Indonesia, hasil trial yang dilakukan di kandang kami sangat memuaskan dan kami berharap Kubota Indonesia terus berupaya menghadirkan mesin-mesin diesel yang semakin modern dan dapat menjangkau seluruh peternak di Indonesia,” terangnya.

Dukungan efisiensi
Dalam usaha peningkatan efisiensi diperlukan implementasi penggunaan teknologi yang harus terus ditingkatkan, salah satunya dalam sistem perkandangan. Dewasa ini teknologi kandang tertutup (closed house) merupakan salah satu alternatif usaha peningkatan budidaya yang dapat dilakukan. Para peternak sudah banyak yang menggunakan sistem kandang fully closed house maupun semi closed house. Penggunaan kandang closed house memiliki banyak kelebihan, diantaranya kondisi kandang tidak terpengaruh oleh perubahan lingkungan, kualitas udara lebih baik, dapat dilakukan pengaturan suhu, serta ayam yang menjadi lebih nyaman. Hal ini pun didukung oleh sistem ventilasi didalamnya yang menjadi pokok dari kandang closed house.Sistem ventilasi dibutuhkan untuk menghilangkan panas di dalam kandang, menurunkan tingkat kelembapan udara, mengurangi debu di dalam kandang, menurunkan kadar gas beracun di dalam kandang, seperti gas ammonia, karbon dioksia, atau karbon monoksida, sekaligus menyediakan oksigen.
Sistem ventilasi ini terdiri dari Kipas (fan), cooling pad, controller dan tirai kandang.Kunci utama pergerakan udara dari luar ke dalam kandang. Terlebih penggunaan kipas pada kandang closed house membutuhkan jumlah kipas yang tidak sedikit, dan waktu yang digunakan cukup lama. Maka dari itu, dibutuhkan tenaga yang besar untuk menggerakkannya, biasanya didapatkan dari tenaga listrik (PLN) atau mesin diesel.PT Kubota Indonesia adalah pelopor dari perusahaan mesin diesel yang bermutu tinggi di Indonesia yang telah mendukung pengembangan industri pertanian nasional sejak lama. Perusahaan ini merupakan bagian dari Kubota Corporation Japan dimana merupakan salah satu produsen mesin diesel terbaik di dunia, sejak tahun 1973.Kubota Corporation telah melakukan penelitian dan pengembangan dalam pembuatan mesin pertanian, dan industri yang dipasangkan untuk berbagai macam aplikasi. Salah satu lini produknya adalah mesin diesel horizontal (HDE) yang dikembangkan di dua negara yakni Indonesia melalui PT Kubota Indonesia (PTKI), dan Thailand melalui Siam Kubota Corporation (SKC) dan telah mendapat sertifikat ISO 9001 dan ISO 14001 dari Lloyd (UK) sejak tahun 2006. ADV