POULTRYINDONESIA, Kuningan – PT Super Unggas Jaya Indonesia resmi memulai ekspor perdana produk karkas ayam ke Timor-Leste dengan total pengiriman awal sebanyak 33 ton. Proses ekspor-impor kedua negara ini membutuhkan waktu lebih dari setahun baik proses B2B maupun proses G2G dengan dilakukannya IRA ( Import Risk Accessment ) oleh kementerian pertanian Timor Leste sebanyak 2 kali pada bulan November 2023 & bulan September 2024.
Dalam acara peresmian ekspor, Presiden Direktur PT Super Unggas Jaya, Han Jung Kyu, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan dari berbagai pihak. “Ekspor ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan usaha kami, sekaligus upaya untuk mendorong kemajuan industri peternakan nasional,” ujar Han dalam sambutannya di unit Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) Super Unggas Jaya Jl, Mandirancan, Kec. Mandirancan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Kamis, (21/11).
Ekspor ini diharapkan dapat membuka peluang lebih luas bagi produk unggas Indonesia di pasar internasional. Tidak hanya Timor-Leste, PT Super Unggas Jaya juga telah berhasil menembus pasar Thailand. Perusahaan ini juga aktif mengirimkan sampel produk ke Malaysia, Singapura, Filipina, dan Thailand, sebagai bagian dari strategi memperluas jangkauan ekspor. “Pada 5 November 2024, sebanyak 2,5 ton produk olahan daging ayam kami telah tiba dengan selamat di Bangkok pada 14 November,” ungkap Han.
Ke depan, PT Super Unggas Jaya menargetkan peningkatan volume ekspor ke Timor-Leste hingga 100 ton per tahun dan menjajaki pasar baru, seperti Filipina, Malaysia, dan Korea Selatan. “Kami sedang menyelesaikan negosiasi dengan mitra di Filipina dan berharap ekspor dapat dimulai pada 2025-2026. Selain itu, kami terus berupaya memperluas jaringan ekspor karkas ayam ke Malaysia dan Korea Selatan,” tambahnya.
Masih menurut Han, ia juga menegaskan pentingnya dukungan pemerintah untuk mempermudah proses ekspor.  Ia pun mengajak para pelaku industri peternakan untuk bekerja sama, menciptakan kolaborasi yang solid demi kemajuan bersama. Dengan langkah ini, PT Super Unggas Jaya optimis dapat membawa produk unggas Indonesia menjadi lebih kompetitif di pasar global. “Kami memohon dukungan dari Kementerian Pertanian, khususnya Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, agar potensi ekspor produk kami dapat terus berkembang,” tuturnya.
Menurut Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian RI, drh. Agung Suganda dalam acara yang sama, menyampaikan apresiasi mendalam atas keberhasilan PT CJ Group dalam merealisasikan ekspor perdana karkas ayam beku ke Timor-Leste. Menurutnya, langkah ini tidak hanya membuktikan kemampuan industri unggas nasional untuk bersaing di pasar internasional tetapi juga menjadi katalis bagi upaya peningkatan ekspor hasil ternak di masa depan.
Dalam sambutannya, Agung menyatakan bahwa pemerintah berkomitmen mendukung penuh setiap upaya perusahaan-perusahaan lokal untuk menjangkau pasar ekspor. “Ekspor perdana ini adalah momentum bersejarah bagi sektor perunggasan Indonesia. Saya berharap langkah PT CJ Group ini menjadi pemacu semangat bagi perusahaan lain untuk berani mengambil peluang di pasar internasional. Dengan surplus produksi unggas yang kita miliki, ada potensi besar untuk memperluas pangsa pasar ekspor kita,” ungkapnya.
Ia juga mengungkapkan target besar Kementerian Pertanian untuk menembus pasar negara-negara maju seperti Korea Selatan dan Jepang. “Pasar internasional semakin terbuka bagi produk unggas Indonesia, dan kita harus memanfaatkannya. Kementerian Pertanian siap mendukung dengan regulasi yang mendukung efisiensi produksi, sertifikasi internasional, hingga promosi aktif di tingkat global,” kata Agung menutup pernyataannya.
Dalam kesempatan yang sama, Apolo Justino França da Silva, Atase Perdagangan Timor-Leste untuk Indonesia, menyampaikan apresiasi yang mendalam terhadap ekspor perdana karkas ayam dari PT Super Unggas Jaya ke negaranya. Ia menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat hubungan ekonomi antara kedua negara. “Ekspor ini adalah investasi pertama dari Indonesia ke Timor-Leste, khususnya di sektor peternakan. Kami sangat bangga menjadi bagian dari momen bersejarah ini yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi Timor-Leste,” ungkap Apolo dengan penuh antusias.
Apolo juga menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara kedua negara, khususnya dalam membuka peluang investasi baru dan memperluas jenis produk yang dapat diekspor. Ia menambahkan bahwa dukungan Indonesia sangat berarti bagi Timor-Leste, terutama sebagai negara muda yang sedang berupaya memperkuat posisi ekonominya di kancah internasional. “Kami berharap hubungan perdagangan ini terus berkembang, tidak hanya pada produk unggas tetapi juga komoditas lainnya. Timor-Leste akan selalu membuka pintu untuk pelaku usaha dari Indonesia, dan kami siap bekerja sama untuk memastikan ekspor dari Indonesia dapat diterima dengan baik dan aman di pasar kami,” jelasnya.