POULTRYINDONESIA, Surakarta – Dalam rangkaian puncak peringatan Hari Ayam dan Telur Nasional (HATN) tahun 2024, sebanyak 2.300 siswa dari 17 Sekolah Dasar di Kota Surakarta melakukan aksi makan telur dan daging ayam bersama. Acara yang terlaksana di Car Free Day (CFD) Jalan Slamet Riyadi, Minggu (13/10) ini sukses memecahkan rekor dari Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) sebagai acara kampanye konsumsi daging ayam dan telur dengan jumlah peserta terbanyak di Indonesia. Penganugerahaan ini diberikan kepada Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Solo Raya (Pinsar Solo Raya), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk serta Jepe Rajanya ayam.
Dalam suasana kemeriahan puncak HATN ini, turut hadir Hana Nadia selaku Duta Ayam dan Telur Indonesia. Dalam talkshow yang digelarnya, Hana menekankan pentingnya konsumsi ayam dan telur bagi perkembangan anak.
“Telur dan daging ayam merupakan sumber protein berkualitas dengan harga yang terjangkau. Semoga setelah acara ini,  anak-anak mulai membiasakan diri untuk mengonsumsi daging ayam dan telur sejak dini,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pinsar Solo Raya, Agus Eko Sulistyo mengatakan bahwa kegiatan makan telur dan daging ayam bersama ini merupakan bentuk edukasi sekaligus promosi gizi terkait daging dan telur ayam di masyarakat. Menurutnya, selama ini pemahaman masyarakat tentang manfaat daging ayam dan telur masih rendah.
“Dengan lebih memahami manfaat penting telur dan daging ayam, diharapkan konsumsi kita bisa meningkat, sehingga gizi masyarakat pun lebih terpenuhi. Pasalnya, saat ini rata-rata masyarakat kita baru mengkonsumsi 150 butir telur dalam setahun. Semoga dengan Rekor Muri ini, promosi gizi bisa lebih optimal, masif dan bekelanjutan,” kata Agus.
Masih dalam acara yang sama, Ketua Umum Pinsar Indonesia, Singgih Januratmoko, menambahkan bahwa pemilihan siswa SD sebagai peserta kampanye bukanlah tanpa alasan. Menurutnya, anak-anak berada dalam masa pertumbuhan yang membutuhkan asupan protein yang cukup, dan Pinsar ingin mengedukasi mereka tentang pentingnya konsumsi ayam dan telur.
“Ketika di usia dini terus dikenalkan konsumsi ayam dan telur, hingga tua pun akan menjadi sebuah kebiasaan. Hal ini seperti makan nasi, ketika sedari kecil kita makan nasi, maka sampai tua pun pasti makan nasi. Kedepan semoga ayam dan telur bisa menjadi makanan pokok bagi generasi penerus, seperti halnya nasi hari ini,” ujarnya.
Turut handir Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Kementan, Tri Melasari yang mengajak Pinsar untuk berperan aktif dalam mendukung Program Makan Bergizi yang diinisiasi oleh pemerintah. Menurutnya, program Makan Bergizi ini lebih dari 50 persen komponennya berasal dari sektor peternakan, baik itu daging ayam, telur, susu dan daging sapi. Sehingga itu merupakan kesempatan bagi insan peternakan khususnya perunggasan untuk bisa terlibat.
“Indonesia saat ini telah swasembada protein hewani untuk unggas, kambing, dan domba. Dengan surplus produksi, diharapkan masyarakat semakin menyadari pentingnya konsumsi protein hewani dan diversifikasi produk olahan yang bisa menambah nilai ekonomi. Harapannya, dengan meningkatnya konsumsi protein hewani, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga akan meningkat, sehingga kualitas sumber daya manusia Indonesia akan semakin baik dan kesejahteraan peternak juga akan naik,” jelasnya.
Mewakili MURI, Sri Widayati  disela penyerahan Rekor Muri mengapresiasi kegiatan kampanye daging ayam dan telur dalam puncak acara HATN 2024 di Surakarta ini. Dirinya menyebut ada sebanyak 2300 paket makan telur dan nasi ayam yang di produksi dan dikonsumsi langsung secara bersama, sehingga kegiatan ini sukses memecahkan rekor Indonesia.
“Kami dari MURI memberikan apresiasi Kampanye Konsumsi Daging Ayam dan Telur dengan peserta terbanyak 2300 pelajar. Kegiatan ini kami catat sebagai rekor yang ke 11.957,” tegasnya.