POULTRYINDONESIA, Jakarta – Hari Ayam dan Telur Nasional (HATN) menjadi momen tahunan yang selalu dirayakan oleh insan perunggasan tanah air. Tercatat, perayaan ini telah berlangsung sejak tahun 2013 dan terus berjalan hingga saat ini. Dalam konferensi pers HATN 2024 yang digelar di Jakarta, Kamis (3/10), Ketua Panitia Pusat HATN, Ricky Bangsaratoe, mengungkapkan bahwa peringatan HATN tahun ini dipusatkan di Solo dengan berbagai acara yang telah maupun akan terlaksana. Adapun peringatan HATN 2024 ini mengangkat tema “Chicken & Egg for Healthy Future (Ayam dan Telur untuk Masa Depan yang Lebih Sehat), dimana acara puncaknya akan dilaksanakan hari ini Minggu 13 Oktober 2024 di area Car Free Day Jl Slamet Riyadi Surakarta.
“Selain acara puncak yang direncanakan pada tanggal 13, kami telah mengadakan berbagai acara lain seperti  talkshow edukasi ayam telur di RRI Solo pada Jumat 20 September 2024, Seminar perunggasan yang dihadiri oleh ratusan peternak dari Solo raya pada, Jumat 20 September 2024, seminar gizi dengan bekerjasama dengan PKK Kota Solo, Kementan, Bapanas dan Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) pada Sabtu, 21 September 2024 serta seminar start up bisnis perunggasan pada Sabtu, 21 September 2024,”
Tak hanya itu, dalam rangkaian acara HATN juga telah terselenggara penjualan telur murah di area CFD Boyolali pada Minggu, 22 September 2024. Kemudian direncanakan acara sarapan pagi bersama 200 murid SDN Bromantakan (Barat Mangkunegaran) pada Jumat, 11 Oktober 2024. Menurutnya masih terdapat beragam acara yang sayang ditinggalkan.
“Mari sama-sama kita doakan acara puncak pada tanggal 13 Oktober besok berjalan lancar, aman, dan sukses, serta dapat membawa kesadaran bagi masyarakat yang belum mengenal pentingnya konsumsi ayam dan telur. Dan yang lebih spesial, pada puncak perayaan HATN di Solo besok, akan diadakan pemecahan muri dengan kategori memegang ayam dan telur terbanyak. Jadi untuk semua masyarakat, khususnya yang di daerah Solo, jangan sampai ketinggalan acara yang sangat seru ini,” jelas Ricky.
Dalam kesempatan yang sama, Bambang Suharno selaku Wakil Ketua Panitia Pusat HATN mengatakan bahwa konsumsi daging ayam dan telur Indonesia masih rendah dibandingkan negara tetangga karena masih banyak kampanye negatif mengenai ayam dan telur, seperti isu hormon, kolesterol, bisul, dan lain sebagainya. Bambang menekankan bahwa yang lebih memprihatinkan adalah konsumsi ayam dan telur rendah bukan semata karena daya beli atau ekonomi. Karena faktanya konsumsi rokok masyarakat Indonesia sangatlah tinggi.
“Sebagian masyarakat Indonesia belum menyadari bahwa telur dan daging ayam adalah sumber protein yang sangat murah dan berkualitas. Saat ini, harga sebutir telur itu kurang lebih sama dengan sebatang rokok. Namun berdasarkan data asosiasi perunggasan, konsumsi telur masyarakat Indonesia hanya 150-200 butir per orang per tahun, sedangkan konsumsi rokok masyarakat Indonesia mencapai lebih dari 1.300 batang per orang per tahun. Masyarakat Indonesia rata-rata hanya mengkonsumsi 3 butir telur seminggu, tapi bersedia membeli rokok rata-rata sehari 3 batang rokok. Ini adalah kondisi yang memprihatinkan dan perlu kita ubah,” tegasnya.