POULTRYINDONESIA, Bogor — Peluang puyuh menjadi alternatif mengatasi stunting terbilang cukup terbuka. Mengingat protein hewani yang terkandung dalam telur puyuh serta dan pemeliharaannya yang cukup sederhana.
Hal ini seperti disampaikan oleh Dr. drh. Koekoeh Santoso, selaku Dosen Divisi Fisiologi, SKHB IPB sekaligus peneliti puyuh, ketika mengisi EV- CAST secara daring via platform Youtube,Sabtu (17/9) dengan teman “Puyuh dan Kesejahteraan Masyarakat”.
Koekoeh menjelaskan bahwa unggas merupakan penyumbang protein hewani terbesar, salah satunya adalah puyuh. Telur puyuh mengandung protein hewani yang bisa menjadi pendukung asupan gizi pada bayi. Sebab telur puyuh adalah sumber protein yang bagus, mudah dicerna dan penyajian juga relatif lebih mudah.
” Pada usia golden age bayi, bisa ditambahkan telur puyuh sebutir sehari, sebagai pendamping pemberian ASI,” terangnya.
Baca Juga: Sekolah Vokasi IPB Publikasikan Hasil Riset Pakan Unggas Lokal Magnesia22
Menurut Koekoeh usaha peternakan puyuh tidak membutuhkan lahan yang luas, sehingga bisa diusahakan dalam skala rumah tangga. Dalam luasan lahan 1 m² sudah bisa menampung sekitar 120 ekor,sedang untuk populasi 600 ekor hanya membutuhkan lahan seluas 5 m² Puyuh juga lebih cepat berproduksi, dalam umur enam minggu sudah mulai belajar bertelur, produksi maksimal dalam umur 10 minggu dan dalam satu tahun menghasilkan 300 butir telur.
Terlebih lagi, peternakan puyuh cenderung lebih aman dari serangan penyakit, karena kandangnya cenderung bersih.”Pada prinsipnya, penyakit pada puyuh sama dengan unggas lainnya. Namun, karena lingkungan kandang puyuh cenderung bersih, maka paparan penyakit lebih jarang terjadi. Hal ini sejalan dengan segitiga emas dalam penularan penyakit yakni lingkungan, agen dan host,” terangnya.
Ia bercerita bahwa pada tahun 2012 produksi telur puyuh secara nasional 1,1 juta ton/tahun. Namun, tahun 2019 produksinya sudah lebih dari 4,5 juta ton/tahun.
“Artinya sepanjang tahun antara 2012- 2019 terjadi peningkatan produksi dari tahun ke tahun, sejalan dengan adanya peningkatan daya beli masyarakat,” pungkasnya.