Pengurus Wilayah Pinsar Indonesia Kalimantan Barat (Kalbar) melalukan silaturahmi ke Dewan Pimpinan Pusat Pinsar Indonesia
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Pengurus Wilayah Pinsar Indonesia Kalimantan Barat (Kalbar) melalukan silaturahmi ke Dewan Pimpinan Pusat Pinsar Indonesia di Gedung Nusantara 1 lantai 12, Kompleks DPR RI Jakarta, Senin (5/4).
PW Pinsar Kalbar yang diwakili oleh Andy Victorio Imanuel, SH dan Ir. Bambang Mulyantono diterima oleh DPP Pinsar Indonesia dalam hal ini oleh Ketua Umum Singgih Januratmoko, SKH, MM dan Wakil Ketua Ir. H. Eddy Wahyudin, MBA.
Menurut Bambang Mulyantono, pertemuan
berlangsung santai dan bersahaja dalam suasana menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
Secara bergantian, Andy Victorio dan Bambang Mulyantono menyampaikan Laporan Kegiatan PW Kalbar semenjak mendapatkan SK dari DPP tentang Susunan Pengurus PW Kalbar Pinsar Indonesia tertanggal 19 November 2019.
Laporan tersebut seperti ragam kegiatan mulai dari penggalangan dana peduli pandemi, peresmian kantor, menjadi narasumber dari instansi yang konsen peningkatan produksi jagung, dan berkoordinasi dengan sejumlah instansi pemerintah daerah tentang pasokan dan permintaan hasil unggas Kalbar.
Baca Juga: Pinsar Kaltim Gelar Webinar HATN Ke-10
Singgih Januratmoko yang menerima laporan mengaku senang dan mengapresiasi dengan kegiatan yang sudah dilakukan oleh PW Pinsar Kalbar.
Berdasarkan laporan, PW Pinsar Kalbar secara resmi belum dilantik sejak ada Surat Keputusan turun dari DPP. Hal itu karena setelah SK turun, Indonesia dilanda pandemi COVID-19 sehingga ditunda sampai sekaang.
“Nanti selepas Lebaran kondisikan acara pelantikan Pengurus PW Kalbar, kalau sudah ada Pengurus Daerah (Kab/Kota) yang akan dilantik bisa sekalian,” ujar Singgih.
Pria yang saat ini juga menjabat sebagai Anggota DPR RI tersebut mengimbau agar seremonial pelantikan dilakukan sebentar saja, yang penting setelah itu diselenggarakan seminar untuk mengurai persoalan perunggasan Kalbar.
“Selama ini dinas provinsi yang intensif berkomunikasi dengan Pinsar Kalbar bisa kita minta menjadi narasumber, menyuarakan problema perunggasan dan meneruskan problema ini kepada Gubernur Kalbar, ” ujarnya.