POULTRYINDONESIA, Jakarta – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat bersama PT CPI menggelar buka puasa bersama yang dirangkaikan dengan santunan anak yatim piatu pada Senin, (23/2/2026), di Hall Dewan Pers, Jakarta.
Kegiatan ini menjadi agenda rutin tahunan PWI setiap Ramadan, sekaligus momentum mempererat silaturahmi antara insan pers dan dunia usaha.
Ketua PWI Pusat, Akhmad Munir, dalam sambutannya menyampaikan bahwa bulan Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk memperkuat kebersamaan dan kepedulian sosial.
“Biasanya tiap Ramadan umat Islam melaksanakan buka puasa bersama dan tadarus. Hari ini kita sama-sama berkumpul, PWI dan IPI, untuk berbuka sekaligus berbagi dengan adik-adik yatim piatu. Ini bulan yang tepat untuk berbagi,” ujarnya.
Ia menegaskan, kegiatan buka puasa bersama telah menjadi tradisi tahunan PWI. Menurutnya, tradisi tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan sarana membangun kolaborasi yang membawa kebaikan bersama.

Sementara itu, Komisaris PT CPI, Suparman, mewakili manajemen menyampaikan apresiasi atas undangan yang diberikan kepada perusahaannya.
“Alhamdulillah, CPI diundang untuk hadir. Terima kasih karena Persatuan Wartawan Indonesia Pusat masih menerima kami dalam forum silaturahmi ini,” ungkapnya.
Ia memaparkan, CPI merupakan perusahaan di bidang perunggasan yang berdiri sejak 1969 secara fisik dan resmi berbadan hukum pada 1972. Bergerak dari hulu hingga hilir, mulai dari produksi anak ayam, pakan, hingga pengolahan produk.
“Kami bergerak dari produksi DOC, pakan ayam, sampai pengolahan. Dari satu ekor ayam bisa menjadi ratusan produk. Secara formal, masyarakat yang memproduksi ayam, dan kami membantu memasarkannya,” jelas Suparman.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan santunan kepada anak-anak yatim piatu yang hadir. Acara dilanjutkan dengan tausiyah yang mengingatkan pentingnya berbagi kepada sesama, khususnya anak yatim dan kaum dhuafa.
Dalam ceramahnya, penceramah menegaskan bahwa Al-Qur’an secara tegas memberi perhatian kepada delapan golongan penerima zakat (asnaf), termasuk fakir, miskin, dan anak yatim.
“Allah menyentil orang-orang yang tidak peduli pada fakir miskin dan anak yatim. Jangan sampai kita menjadi pendusta agama hanya karena abai terhadap tetangga dan sekitar kita,” pesannya.
Ia juga mengingatkan agar semangat berbagi tidak hanya hadir saat Idulfitri.
“Momentum berbagi jangan hanya saat Ramadan. Hidup tanpa sedekah itu ibarat makan ayam bersama bulunya, tidak nikmat. Sedekah itu membersihkan dan menyempurnakan hidup kita,” ujarnya.
Kegiatan buka puasa bersama ini diharapkan tidak hanya mempererat hubungan antara insan pers dan pelaku usaha, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bersama akan pentingnya berbagi dan berkontribusi bagi masyarakat.