Oleh : Ray Sandy Mahesaputra, S.Pt.*
Dalam fase pemeliharaan yang sedang berlangsung, recording dapat dijadikan sebagai acuan kondisi kenyamanan layer. Dalam recording, tercatat beberapa parameter lingkungan, seperti suhu dan kelembapan. Pasalnya kondisi lingkungan ini dapat menentukan tingkat kenyamanan ternak di dalam kandang. Untuk itu, peternak perlu melakukan penyesuaian apabila sewaktu-waktu terjadi perubahan kondisi lingkungan.
Contohnya, apabila tiba-tiba terjadi perubahan suhu di dalam kandang, maka peternak harus segera melakukan penyesuaian pada ventilasi dengan mengatur manajemen buka tutup tirai pada kandang open house atau pengaturan nyala kipas pada kandang closed house. Selain itu, data informasi kondisi lingkungan yang baik, juga dapat dijadikan sebagai salah satu pertimbangan untuk manajemen pemeliharaan lainnya seperti jumlah atau waktu pemberian pakan dan pemberian vitamin atau feed additive lainnya.
Kemudian, data recording juga dapat menjadi sebuah pedoman evaluasi pemeliharaan yang sedang berlangsung. Di mana peternak dapat membandingkannya dengan standar acuan performa yang telah dikeluarkan oleh perusahaan pembibitan. Seperti contoh, ketika produksi telur pada umur tertentu tidak tercapai, maka dapat dilakukan evaluasi dengan melihat recording pemeliharaan. Beberapa parameter yang ada di dalam form recording bisa jadi saling berkaitan satu sama lainnya. Di mana, ketika bobot badan tidak mencapai standar, maka peternak dapat mengevaluasi feed intake (FI) dari ayam tersebut. Kemudian, apabila setelah dicek FI nya juga tidak tercapai, kita bisa mencari penyebabnya. Seperti kondisi kandang tidak nyaman karena suhu dan kelembapan terlalu tinggi atau rendah, sehingga ayam tidak mau makan dan pada akhirnya produksi telurnya tidak sesuai standar.
Apabila masih belum menemukan penyebab tidak tercapainya performa produksi, maka peternak dapat mengevaluasi indikator lain, seperti tingkat uniformity dalam kandang, penyakit dan faktor lainnya. Semua indikator tersebut akan tercatat dalam form recording. Untuk itu, data dalam recording pemeliharaan sangat bermanfaat untuk dijadikan acuan untuk menelusuri akar penyebab masalah dalam pemeliharaan sekaligus sebagai bahan evaluasinya serta pedoman menentukan langkah perbaikan. Selain hal tersebut, data recording juga dapat menjadi acuan manajemen kesehatan di peternakan. Dalam hal ini data form recording dapat dijadikan sebagai alat bantu mendiagnosis dan penanganan penyakit pada ayam.
Dalam mendiagnosis penyakit, dapat berpedoman pada beberapa data, seperti data DOC yang dipelihara, obat apa saja yang digunakan beserta program penggunaan obat, pola pemberian ransum dan jumlah yang dikonsumsi, sumber air minum, program uji titer, pola kematian, produktivitas ayam, keseragaman, dan lain sebagainya. Data ini dapat membantu dalam melakukan diagnosis penyakit, sebelum dilakukannya tindakan bedah ayam. Sebaiknya, data recording ayam yang digunakan untuk mendiagnosa penyakit ini tidak hanya data dari satu atau dua siklus pemeliharaan sebelumnya.
Kemudian dalam manajemen kesehatan, data recording juga dapat menunjukkan informasi letak kandang atau flok ayam yang sedang terserang penyakit. Hal ini akan membantu petugas lapangan dalam menyusun jadwal kunjungan. Kunjungan harus dilakukan dari flok ayam yang sehat, kemudian ke flok ayam yang sakit.
Tanpa recording pemeliharaan yang baik, maka bukan tidak mungkin akan terjadi yang sebaliknya, sehingga dapat menularkan penyakit antar flok. Pada akhir pemeliharaan, data recording dapat digunakan sebagai acuan dalam pencatatan keuangan. Hal ini berkaitan dengan data populasi akhir pada saat pemanenan, ternak mati, culling maupun kejadian lain saat pemeliharaan yang menjadi acuan dalam pencatatan keuangan peternak.
Di sisi lain, data recording juga dapat digunakan sebagai modal untuk pemeliharaan pada periode berikutnya. Contoh sederhana dalam hal penyakit. Di mana recording pemeliharaan yang baik dan lengkap pada setiap periode dapat mendokumentasikan kasus kejadian penyakit yang pernah terjadi. Data penyakit pada bulan atau musim tertentu dapat dilihat riwayatnya, sehingga dapat membantu peternak dalam langkah pencegahan penyakit.
Terakhir, penulis mengingatkan bahwa sederhananya, recording merupakan sebuah alat yang memudahkan peternak dalam proses pemeliharaan baik sebagai kontrol maupun acuan dalam mengevaluasi performa produksi ternaknya. Data recording dapat dibuat secara sederhana asalkan dapat dipahami dengan baik oleh peternak. Selain itu, hal yang tidak boleh diabaikan adalah kedisiplinan dan komitmen dalam pencatatannya. *Technical Sales Support PT New Hope Indonesia
Artikel ini merupakan potongan dari rubrik Tata Laksana pada Majalah Poultry Indonesia edisi Oktober 2022. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, sila mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153