Fakultas Peternakan Universitas Padjajaran menginisiasi kerja sama dengan PT Ciomas Adisatwa (Japfa Group) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kepada Masyarakat
POULTRYINDONESIA, Jatinangor – Sektor perunggasan menyumbangakan hampir sekitar 70 persen untuk pangan sumber protein hewani di Indonesia. Oleh karena itu perlu adanya kerja sama antara perguruan tinggi dengan pihak industri mengenai riset dan pengembangan produk perunggasan.
Berlandaskan hal tersebut, Fakultas Peternakan Universitas Padjajaran (Fapet Unpad) menginisiasi kerja sama dengan PT Ciomas Adisatwa (Japfa Group) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilaksanakan di Lt.2 Rektorat Unpad Jatinangor Sumedang, Rabu (24/3).
Menurut Prof. Rina Indiastuti selaku Rektor Unpad menyatakan bahwa sebetulnya sudah banyak sekali hasil riset yang sudah dihasikan oleh Fapet Unpad yang bisa dikolaborasikan dengan industri untuk bisa diterapkan kepada masyarakat.
“Tujuannya meningkatkan nilai tambah ekonomi dengan kerja sama antara akademisi dan industri. Saya yakin sebetulnya Indonesia memiliki penduduk yang sangat besar dan memiliki keanekaragaman pangan terutama asal ternak,” jelas Rina.
Lebih lanjut Rina menjelaskan agar kerja sama apapun tujuannya agar bagaimana kolaborasi ini menyediakan pangan berkualitas dengan harga yang terjangkau.
“Unpad ambil bagian di bidang hilirisasi untuk produk bagi masyarakat. Penjabaran penelitian dan pengabdian masyarakat itu bukan hanya di dalam kandang, sebaiknya bisa diterapkan secara langsung ke masyararakat,” tutupnya.
Menurut Achmad Dawami selaku perwakilan dari PT Ciomas Adisatwa Menyatakan bahwa kerja sama tersebut tujuannya untuk meningkatkan konsumsi protein hewani.
“Kita tidak bisa pungkiri sebenarnya konsumsi protein hewani itu mutlak untuk bangsa terutama untuk generasi yang baru tumbuh karena itu dapat membantu untuk tumbuh kembang generasi masa depan,” jelas Dawami.
Baca Juga: Japfa Hibahkan Kandang Penelitian Modern untuk UGM
Selanjutnya, dunia perunggasan ini sangat agresif dan cepat, sehingga perlu adanya penelitian dan pengembangan yang masif.
“Saya sepakat dengan ibu Rektor bahwa perkembangan untuk protein hewani itu harus didukung dengan 3P yakni pemerintah, perguruan tinggi, dan pengusaha. Nantinya fasilitas yang kami berikan untuk Unpad ini diharapkan bisa menjadi wadah untuk meningkatkan skill dari mahasiswa,” ucap Dawami.
Masih menurut Dawami, perkembangan ayam yang saat ini sangat cepat juga ditantang oleh masyarakat dengan stigma negatif berupa isu penggunaan hormon dan sebagainya. Padahal hal itu tidak benar, karena ayam ras modern bisa tumbuh cepat karena tidak lepas dari adanya peningkatan genetik dari tahun ke tahun.
Sementara itu menurut Dr. Rahmat Hidayat selaku Dekan Fapet Unpad yang juga hadir pada kesempatan tersebut menyatakan bahwa pihak fakultas ingin memberikan fasilitas yang terbaik dan sesuai dengan situasi industri terkini. Selain itu masyarakat juga bisa mengakses informasi dengan fasilitas yang tertandardisasi industri.
“Kerja sama awal di bidang closed house broiler ini nantinya untuk sarana pembelajaran riset maupun magang, di lingkungan tanah unpad, termasuk hilirisasi dan semoga sampai ke processing,” kata Rahmat.
Rahmat juga berharap kerja sama tersebut sekaligus meningkatkan keterampilan dari para lulusan supaya tidak hanya teori namun juga mengetahui riil bisnis dari komoditas peternakan itu sendiri.