Peleburan Petarung dengan PPN ini menghasilkan Pengurus Wilayah PPN Provinsi NTB dengan dilantiknya Diyan Riyatmoko sebagai pengawas, Christopher Brillianto sebagai Ketua dan Felix Soedharma sebagai Wakil Ketua periode 2022-2026.
Peleburan Petarung dengan PPN ini menghasilkan Pengurus Wilayah PPN Provinsi NTB dengan dilantiknya Diyan Riyatmoko sebagai pengawas, Christopher Brillianto sebagai Ketua dan Felix Soedharma sebagai Wakil Ketua periode 2022-2026.
POULTRYINDONESIA, Mataram – Dalam rangka memajukan peternakan ayam petelur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Perhimpunan Peternak Unggas Rakyat NTB (Petarung) mendeklarasikan penggabungan dengan Pinsar Petelur Nasional (PPN). Acara ini berlangsung di Raja Hotel Kuta Mandalika, Lombok Tengah, NTB, pada Sabtu (25/6).
Dalam sambutannya, Christoper Brillianto selaku Ketua Petarung mengatakan bahwa peleburan antara Petarung dan PPN ini untuk menjalankan program dan rencana kerja demi memajukan kesejahteraan peternak petelur NTB. Sementara, Petarung memiliki independensinya dalam memilih kepengurusan dan keanggotaannya.
“Kita sadar Petarung merupakan asosiasi baru dan belum mempunyai pengalaman. Untuk itu, kita membutuhkan bimbingan dan panutan dari asosiasi yang lebih berpengalaman dan pasti memiliki visi dan misi yang sama, yakni PPN. Adanya peleburan ini maka kami bersedia untuk dilibatkan dalam pertemuan yang diadakan PPN dalam skala Nasional, serta memiliki hak yang sama seperti keanggotaan PPN dalam menyampaikan aspirasi,” kata Christoper.
Baca Juga: Berkenalan Lebih Jauh dengan Mycoplasmosis dan Perkembangan Kasusnya di Indonesia
Sementara itu, Yudianto Yosgiarso, Ketua Presidium PPN menyampaikan bahwa asosiasi PPN memiliki peran sebagai wadah aspirasi para peternak layer. Dalam hal ini, PPN turut andil dalam menjaga stabilisasi harga telur di NTB untuk memajukan kegiatan usaha peternakan ayam petelur.
“Kita harus bersatu menghadapi tantangan dan rintangan peternak petelur di NTB. Dibentuknya Pengurus Daerah PPN di tiap wilayah Indonesia untuk mendukung kemajuan usaha peternakan ayam petelur serta distribusi informasi yang berhubungan dengan industri peternakan ayam petelur di tiap wilayah,” terang Yudianto.
Peleburan Petarung dengan PPN ini menghasilkan Pengurus Wilayah PPN Provinsi NTB dengan dilantiknya Diyan Riyatmoko sebagai pengawas, Christopher Brillianto sebagai Ketua dan Felix Soedharma sebagai Wakil Ketua periode 2022-2026.
Masih dalam acara yang sama, turut hadir Arief Adi Prasetyo sebagai Kepala Badan Pangan Nasional (BPN). Dirinya berharap bahwa peleburan asosiasi Petarung dengan PPN ini dapat meningkatkan produktifitas komoditi telur sebagai salah satu komoditi pangan sumber protein hewani. Hal tersebut diikuti dengan NTB memiliki predikat dengan persentase stunting yang cukup tinggi di Indonesia.
“Semoga dengan peleburan Petarung dengan PPN ini dapat memberikan tren positif yang signifikan untuk ke depannya. Kita harus memberi ruang kepada peternak layer di seluruh Indonesia termasuk NTB supaya nanti tidak lagi mereka mengapkir ayamnya karena harga telur di bawah HPP, harga yang ada saat ini adalah harga telur dengan kesetimbangan yang baru,” ucap Arief.
Selanjutnya, sebagai Pengawas Pengurus Wilayah PPN NT, Diyan Riyatmoko, menyampaikan bahwa saat ini Petarung sudah diakui eksistensinya ditingkat nasional. Untuk itu, dirinya berharap semoga asosiasi ini dapat lebih tersambung dan terbuka akan isu nasional.
“Sudah saatnya kita lebih menyusun strategi dan memperkompak asosiasi. Jangan sampai, kita hanya panas dan kompak ketika situasi buruk, sedangkan waktu membaik jalan sendiri-sendiri. Kita harus terus bersatu dalam segala situasi. Saya kira, segera perlu ada konsolidasi pengurus dan menyusun strategi kedepan,” jelasnya.