“Dalam pekerjaan maupun kehidupan pribadi, semua butuh proses. Tidak ada yang instan. Selama kita jujur, tidak aneh-aneh, dan percaya akan proses, insya Allah ke depan bisa lebih baik.”
Dalam dunia kerja apa pun, kemampuan mengelola perusahaan tidak pernah lahir dari satu kesempatan semata. Baik itu insting dalam berbisnis maupun kapabilitas manajemen sumber daya manusia, semuanya tumbuh perlahan melalui kebiasaan yang berulang dan dari pengalaman di lapangan. 
Bagi Reza Istianto, dunia perunggasan bukanlah hal baru. Sejak duduk di bangku SMP, ia sudah akrab dengan aktivitas usaha poultry shop milik keluarganya yang menjual pakan, obat-obatan, hingga DOC. Rutinitas itu berlanjut hingga SMA, saat ia mulai ikut mengantar pakan ke kandang-kandang peternak. 
“Saat mengantar pakan, saya bertemu langsung dengan para peternak dan mulai dikenalkan dengan kondisi di lapangan. Dari situ saya banyak belajar, mulai dari melihat langsung pola kerja di kandang sampai memahami bagaimana peternak menjalankan usahanya. Saya mulai mengenal manajemen awal pemeliharaan dan semakin tertarik dengan dunia peternakan,” ceritanya kepada Poultry Indonesia, Rabu (28/1).
Pengalaman tersebut menjadi pintu awal pemahamannya tentang sektor peternakan. Sebelum membangun kandang ayam petelur seperti yang dikelola Karomah Farm saat ini, keluarganya terlebih dahulu berkecimpung di peternakan ayam broiler dengan sistem kemitraan, setelah lama berkutat di poultry shop.
Belajar Langsung dari Pengalaman
Karena sejak dini telah mengenal dunia peternakan, Reza mulai diberi kepercayaan oleh orang tua untuk terlibat lebih jauh dalam pengelolaan usaha. Setelah lulus kuliah, ia langsung dipercaya memegang satu mitra broiler di Balikpapan.
“Sekitar 2011–2012, saya sudah dipercaya memegang kemitraan broiler. Waktu itu saya juga merangkap jadi kepala unit, marketing, dan mengatur produksi. Dari situ saya belajar negosiasi harga ke bakul, meng-handle peternak, hingga cara menghadapi berbagai situasi di lapangan,” ujarnya.
Bendera putih sempat dikibarkan Reza. Namun, orang tuanya meminta ia bertahan dan belajar. Pesan mereka, ketika kelak memegang skop yang lebih luas, semua proses itu akan menjadi bekal. “Dan benar juga. Di tahun 2015, saya ditarik ke pusat, di Samarinda untuk mengelola beberapa cabang mitra. Dari situ saya sadar, pengalaman yang didapat di Balikpapan ternyata ada manfaatnya,” katanya.
Didikan orang tua tersebut membekas kuat, terutama soal pesan mengingat jasa orang lain dan tidak pernah mengambil hak peternak. Prinsip ini yang paling ia pegang, bahwa selain konsistensi dalam berusaha, kejujuran tak kalah pentingnya. 
“Dalam pekerjaan maupun kehidupan pribadi, semua butuh proses. Tidak ada yang instan. Selama kita jujur, tidak aneh-aneh, dan percaya akan proses, insya Allah ke depan bisa lebih baik,” jelasnya.
Keyakinan ini ia jalani dengan penuh kesadaran, karena berkaitan langsung dengan kepercayaan orang lain. Di pekerjaan yang menuntut interaksi sosial dan kerja sama dengan peternak, kepercayaan harus dijaga. 
“Kalau kita tidak jujur, bagaimana peternak mau percaya? Jujur ke peternak itu artinya haknya segitu ya segitu, jangan dikurangi, apalagi ditahan. Orang tua pesan, jangan sampai keringat peternak sampai kering, belum kamu bayar,” kenangnya.
Mendobrak Pasar Baru
Setelah beberapa tahun mengelola kemitraan, Reza mulai membuka ruang baru untuk berinovasi. Ia pun mengusulkan kepada orang tuanya untuk mencoba usaha ayam petelur. Gagasan itu terealisasi pada 2018, ditandai dengan pembangunan kandang berkapasitas 15 ribu ekor.
Meski saat itu sudah cukup banyak pelaku usaha petelur di Samarinda, Reza tidak sekadar ikut arus. Ia memilih untuk tampil beda. Inspirasi itu dipetik dari sosok terkenal Bob Sadino. 
Artikel ini merupakan potongan dari rubrik Profil pada majalah Poultry Indonesia edisi Februari 2026. Baca selengkapnya di Majalah Poultry Indonesia Edisi Februari 2026, dan untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi: https://wa.me/+6287780120754  atau sirkulasipoultry@gmail.com
Dapatkan informasi lainnya mengenai Industri Perunggasan di Indonesia dengan bergabung bersama kami di WhatsApp Channel Satwa Media Group.