POULTRYINDONESIA, Ponorogo – Ribuan warga memadati Aloon-aloon Ponorogo pada Kamis (9/10) dalam suasana meriah penuh semangat. Mereka datang dari berbagai wilayah Jawa Timur untuk mengikuti peringatan Hari Telur Sedunia 2025, yang mengangkat tema “Ibu Sehat, Keluarga Bahagia”. Selain kampanye makan telur, dalam acara ini juga dilakukan peluncuran Senam Mustika Segar, gerakan olahraga yang diharapkan menjadi simbol gaya hidup sehat bagi keluarga Indonesia.
Ketua Puskop Gugus Ternak Jatim sekaligus Ketua Panitia, Yesi Yuni Astuti, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perayaan, tetapi juga bentuk edukasi dan refleksi bersama akan pentingnya protein hewani bagi kesehatan masyarakat. “Semoga dengan kegiatan ini, kita semua, terutama ibu-ibu hebat, pendidik generasi masa depan menjadi lebih sehat dan bahagia dengan senam serta makan telur setiap hari,” ujarnya.
Lebih dari 4.500 peserta, yang terdiri dari ibu-ibu Muslimat NU Ponorogo, pelajar, dan peternak anggota koperasi, mengikuti senam bersama sambil membawa telur sebagai simbol solidaritas dan kebanggaan peternak lokal. Suasana penuh semangat itu menjadi bukti kuat bahwa gerakan konsumsi telur semakin diterima dan didukung masyarakat luas.
Yesi juga menyoroti peran koperasi dalam memperkuat sektor peternakan rakyat. Menurutnya, dalam beberapa tahun terakhir banyak peternak UMKM mulai menyadari pentingnya berhimpun dalam wadah berbadan hukum agar lebih kuat dan berdaya saing. “Kami para peternak kecil kini paham bahwa kebersamaan adalah kunci. Karena itu, kami membentuk Puskop Gugus Ternak Jatim, yang beranggotakan enam koperasi primer dari Blitar, Magetan, Ponorogo, Jombang, hingga Bojonegoro. Bersama, kami menaungi lebih dari 300 peternak UMKM,” ungkapnya.
Dalam sambutannya, Yesi juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Kepala Badan Pangan Nasional atas penyaluran Cadangan Jagung Pemerintah (CJP SPHP) yang sangat membantu peternak kecil dan mikro mendapatkan jagung di tengah musim paceklik.
Kepala Badan Pangan Nasional (National Food Agency/NFA), Arief Prasetyo Adi, yang hadir dalam acara tersebut, menegaskan pentingnya gerakan gemar makan telur sebagai bagian dari strategi nasional peningkatan gizi dan ketahanan pangan. “Gerakan gemar makan telur dapat menjadi upaya untuk pencegahan stunting. Telur merupakan sumber protein hewani yang sangat baik dan terjangkau, sehingga dapat menjadi asupan pangan tambahan yang efektif bagi ibu hamil, ibu menyusui dan balita, juga anak-anak di usia sekolah,” ujar Arief di hadapan para peserta dan tamu undangan.
Arief juga mengapresiasi para peternak dan pelaku usaha telur di Ponorogo yang selama ini memberikan kontribusi besar terhadap pemenuhan kebutuhan protein hewani nasional. “Kita semua yang berada di Jakarta dan berbagai daerah tidak akan bisa menikmati telur tanpa kerja keras para peternak, khususnya di Ponorogo dan Jawa Timur. Telur adalah pangan sederhana yang luar biasa karena mengandung protein, vitamin A, B, D, kolina, dan taurin yang penting untuk kecerdasan. Oleh karena itu, mari kita biasakan mengonsumsi telur setiap hari,” ujar Arief.
Konsumsi telur yang memadai berkontribusi menurunkan prevalensi ketidakcukupan gizi atau Prevalence of Undernourishment (PoU). Angka PoU tahun 2024 sebesar 8,27 persen turun dari tahun sebelumnya yang sebesar 8,53 persen. Namun masih berada di atas target nasional sebesar 5 persen. Sedangkan PoU untuk Jawa Timur tercatat sebesar 8,40 persen.
“Oleh karena itu, kegiatan seperti ini penting agar konsumsi telur dapat mendorong perbaikan gizi, sehingga angka PoU dapat terus kita turunkan. Dan gerakan ini juga menunjukkan kolaborasi yang apik antara pemerintah pusat, daerah, koperasi, BUMN pangan, dan peternak dalam memperkuat ketahanan pangan dan gizi masyarakat,” jelas Arief.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Ponorogo Lisdyarita menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung gerakan gemar makan telur dan memperkuat ketahanan pangan lokal. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya edukasi tentang kebutuhan gizi dan pola hidup sehat bagi masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Ponorogo sedang menyiapkan program pemberdayaan masyarakat melalui budidaya ayam petelur. Pak Bupati mengangankan mayoritas rumah tangga memelihara ayam agar Ponorogo bisa menghasilkan lebih banyak telur,” ungkapnya.