Rindy memutuskan untuk melanjutkan pendidikan pascasarjana Ilmu Faal dan Khasiat Obat (IFO) di IPB University setelah berhasil lulus menjadi dokter hewan. Saat ditemui Poultry Indonesia di Bogor, Minggu (8/12), ia mengaku keputusannya untuk meneruskan studi ke jenjang yang lebih tinggi karena dukungan orang tua dan minatnya untuk menjadi tenaga pendidik di perguruan tinggi. Hal lain yang mendorongnya untuk melanjutkan studinya saat ini yaitu minat dalam dunia perunggasan dan rasa penasarannya yang tinggi terhadap bagaimana kerja obat untuk menangkal suatu penyakit.
Keinginannya untuk meneliti tentang broiler karena ia ingin menjadi akademisi yang fokus terhadap kesehatan ayam. Rindy melakukan penelitian untuk skripsi sarjananya mengenai perbandingan penggunaan adjuvant dalam vaksin terhadap sel darah putih broiler. Penelitian untuk tesisnya pun masih seputar broiler, yaitu untuk mencari alternatif terbaik pada era pelarangan antibiotic growth promoter (AGP) di Indonesia dengan menggunakan komoditas tanaman yang ada di Indonesia.
Baca Juga: Produk Herbal Andalan Hadapi Tantangan Penyakit
“Orang kebanyakan (peternak) lebih mengerti soal herbal karena memang lebih murah, mudah didapat, dan diaplikasikan. Selain itu, mereka lebih familiar menggunakan herbal untuk pengobatan yang memang sudah diwariskan dari satu generasi ke generasi lainnya. Penggunaan herbal ini juga cenderung lebih aman dan dapat mengurangi terjadinya resistensi antibiotik yang menjadi isu utama kesehatan global,” ujar wanita kelahiran Kota Pekanbaru 25 tahun silam ini. Esti
Artikel ini adalah kutipan dari artikel lengkap dari Majalah Poultry Indonesia edisi Januari 2020 dengan judul “Studi Herbal untuk Kesehatan Ayam”. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut silahkan mengirim email ke: sirkulasi@poultryindonesia.com atau hubungi 021-62318153