RUPS PT Charoen Pokphand Indonesia, Tbk. terselenggara secara hybrid (daring dan luring) dengan memberlakukan protokol kesehatan yang ketat bagi yang hadir secara luring.
RUPS PT Charoen Pokphand Indonesia, Tbk. terselenggara secara hybrid (daring dan luring) dengan memberlakukan protokol kesehatan yang ketat bagi yang hadir secara luring.
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Perusahaan perunggasan terintegrasi PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), yang merupakan agenda wajib bagi perseroan untuk melaporkan kondisi terkini perseroan kepada para pemegang saham.
Acara yang bertempat di Hotel Mulia, Jakarta Pusat pada Senin, (23/5) membahas beberapa agenda, diantaranya persetujuan atas laporan tahunan perseroan pada tahun buku 2021 dan pengesahan laporan perseroan, persetujuan atas penggunaan keutungan perseroan tahun buku 2021, dan persetujuan penunjukan kantor akuntan publik untuk mengaudit laporan perseroan keuangan 2022.
Presiden Direktur PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, Thomas Effendy, menjelaskan bahwa saat ini perseroan mencatatkan laba bersih sebesar sebesar 3,6 triliun. Selain itu, Thomas juga menjelaskan bahwa perseroan akan membagikan dividen secara tunai sebesar Rp108 per lembar saham dengan total nilai sebesar 1,77 triliun.
“Perseroan akan membagikan dividen tunai sebesar Rp 108 per saham atau setara 48,91% dari laba bersih tahun buku 2021. Adapun, total dividen yang dibagikan kepada pemegang saham seluruhnya berjumlah Rp 1,77 triliun,” ucapnya.
Baca Juga: Pentingnya Metabolisme Energi untuk Fungsi Sel dalam Sperma Ayam
Dengan hasil tersebut, menurut Thomas perseroan akan menargetkan pertumbuhan bisnis sebesar dua digit untuk masing masing segmen. Dengan target tertinggi akan ditujukan untuk segmen karkas dan olahan ayam.
“Jika melihat kondisi efek dari kondisi pandemi Covid-19 ini, kami meyakini bahwa pada tahun 2022 akan semakin membaik. Jadi kami menargetkan untuk sektor feed akan tumbuh sebesar 10%, DOC sekitar 10%, ayam hidup 15%, dan untuk food kami targetkan untuk naik sebesar 20%,” ungkap Thomas.
Untuk alokasi belanja modal atau Capital Expenditure (capex) tahun 2022, Thomas Effendi merencanakan untuk membelanjakan sekitar Rp2,5 triliun, dan lebih banyak jika dibandingkan dengan capex 2021 sekitar 2,31 triliun.
“Dari angka tersebut, sebesar 50% akan dialokasikan untuk sektor food business, 30% untuk pabrik pakan, dan 20% untuk peternakan unggas. Kami putuskan untuk mengalokasikan 50% untuk sektor food, karena saat ini baik kapasitas pabrik pakan kita dan kapasitas perunggasan (budi daya) relatif aman. Maka yang harus kami kejar saat ini adalah kapasitas untuk pemotongan ayam dan pemrosesan makanan siap saji,” papar Thomas.