POULTRYINDONESIA, Jakarta – PT. Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPI) telah melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan & Public Expose pada 21 Mei 2024 di Head Office CPI yang beralamat di Ancol Barat. Terdapat tiga agenda bahasan dalam rapat yang dipimpin oleh Suparman Sastrodimedjo selaku Komisaris Independe. Dimana, dimulai dengan persetujuan atas laporan tahunan perseroan untuk tahun buku 2023 dan pengesahan laporan keuangan perseroan untuk tahun buku 2024, persetujuan dan penetapan penggunaan laba bersih perseroan untuk tahun buku 2023 dan persetujuan atas penunjukan akuntan publik dan/atau kantor akuntan publik untuk mengaudit laporan keuangan perseroan untuk tahun buku 2024.
“Dalam agenda pertama ini diambil keputusan berupa mengesahkan dan menerima baik laporan keuangan perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja,” tegas Suparman.
Agenda selanjutnya yaitu persetujuan atas penetapan penggunaan laba bersih perseroan untuk tahun buku 2023. Perseroan dalam hal ini PT. Charoen Pokphand Indonesia Tbk. akan melaksanakan pembagian dividen tunai sebesar Rp. 130 setiap saham atau 91,94% dan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk.
“Perseroan telah membayarkan sebesar Rp. 100 setiap saham pada 29 November 2023 sehingga dividen final yang akan dibayarkan sebesar Rp. 30 dan pembagian dividen tersebut akan dilaksanakan pasca rapat dengan ketentuan peraturan perundang undangan yang berlaku di pasar modal,” lanjut Suparman.
Tentu laporan keuangan ini disambut baik oleh semua kalangan, CPI mencatat adanya peningkatan laba per tahun sebesar 196% atau sebesar Rp. 711 M pada kuartal I 2024 ini. Begitupun dengan penjualan dan pendapatan usaha yang meningkat 9% atau setara Rp 15.9 T dibanding tahun lalu sebesar Rp 14.5 Triliun. Total aset juga meningkat 6.3% menjadi Rp. 43.5 Triliun. Peningkatan juga terlihat pada jumlah liabilitas dan ekuitas, masing masing naik 12.9% dan 2.5%.
Sementara itu, Ong Mei Sian selaku Direktur CPI menjelaskan bahwa 2023 dilalui dengan penuh tantangan, mulai dari terganggunya rantai pasok, pergolakan sosial-ekonomi global, serta kelangkaan pakan yang sudah dilalui di awal tahun 2024.
“Tahun lalu laba kita sempat turun karena masih terdampak Covid-19, tapi hal tersebut dapat teratasi. Pada tahun ini laba kita mulai membaik, salah satunya karena meningkatnya konsumsi rumah tangga nasional sehingga pertumbuhan ekonomi naik sebesar 5% pada akhir 2023,” ujar Ong Mei Sian.
Menurutnya, kedepan CPI tidak mau banyak berekspektasi, dimana hanya menargetkan kenaikan laba tahun depan sebesar 5%. Perusahaan ini pun diketahui baru saja mendapatkan kenaikan limit pinjaman dari citibank yang pada tahun sebelumnya 6 T mendapatkan kenaikan limit 1.5 T menjadi 7.5 Triliun.
Ong Mei Sian menjelaskan jajaran direksi belum mengetahui apakah akan mengambil keseluruhan limit pinjaman tersebut atau tidak, yang pasti CPI berkomitmen untuk terus meningkatkan perbaikan sistem manajemen dan berupaya sebaik mungkin untuk mengekspansi bisnis baik itu dalam bidang feed, farming maupun food & beverage.
“Tahun ini kita membuka ekspansi feedmill di daerah Makassar, dan tentunya ini masih perlu  banyak pengembangan manajemennya. Jadi mungkin kita berfokus kesana. Untuk pasar ekspor, kita adalah satu satunya perusahaan yang bisa mengekspor DOC ke Singapore dan itu persiapan waktunya tidak sebentar. Kita butuh 1.5 tahun untuk persiapan ekspor ini, sehingga kita kedepannya masih berfokus pada perbaikan manajemen sambil melihat peluang peluang lain,” ujar Ong Mei Sian.