POULTRYINDONESIA, Bogor — PT. Ceva Animal Health Indonesia menggelar seminar internasional dalam rangka memperingati 100 tahun sejak penyakit Newcastle disease (ND) yang pertama kali ditemukan di Pulau Jawa di Bogor, pada Rabu (11/2). Kegiatan ini dihadiri oleh hampir 100 peserta dari 15 negara dan menjadi forum ilmiah yang mempertemukan pakar, praktisi, serta pemangku kepentingan industri perunggasan dari berbagai wilayah.
Direktur Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, Hendra Wibawa, menjelaskan perjalanan ND di Indonesia sejak pertama kali ditemukan pada tahun 1926. Ia mengulas proses awal identifikasi penyakit, pengembangan vaksin generasi awal, hingga tahapan karakterisasi virus.
“Hari ini saya tidak hanya akan membahas sejarah ND saja, tetapi juga situasi terkini penyakit tersebut di Indonesia. ND di Indonesia termasuk penyakit hewan yang wajib dilaporkan dan ditindaklanjuti melalui sistem surveilans nasional. Dari sisi industri vaksin, Indonesia memiliki kapasitas produksi vaksin domestik yang kuat. Terdapat beberapa produsen nasional dengan total kapasitas besar untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri,” ucapnya.
Sementara itu, Ian Brown, pimpinan Avian Virology Group di Pirbright Institute, memaparkan laporan mengenai kemunculan penyakit ND di Newcastle-upon-Tyne, Inggris Timur Laut pada tahun yang sama, yaitu 1926. Karena awal penelitian penyakit ini banyak dilakukan setelah baru ditemukan di Newcastle, sehingga namanya lebih dikenal sebagai “Newcastle disease”.
“Saat itu, diagnosis klinis masih sulit menentukan penyebab suatu penyakit. Doyle, peneliti awal ND, menemukan bahwa kasus ini muncul di dekat Newcastle, yang merupakan pusat perdagangan dengan banyak impor unggas dari berbagai wilayah dunia, termasuk Asia Tenggara. Dari situ, baru muncul teori bahwa virus ini mungkin berasal dari Asia,” jelas Ian.
Ia juga menyoroti kontribusi riset panjang di Weybridge yang telah memperkaya pemahaman ilmiah global tentang ND serta menjadi dasar berbagai pendekatan pengendalian secara modern yang dilakukan saat ini.
Masih dalam kegiatan yang sama, Kiril Dimitrov, Associate Director Texas A&M Veterinary Medical Diagnostic Laboratory, yang menjelaskan kompleksitas klasifikasi virus ND di masa lalu dan proses menuju sistem terintegrasi pengendalian penyakit yang kini diterima secara internasional. Standarisasi klasifikasi tersebut dinilai sangat penting karena memudahkan studi evolusi dan epidemiologi virus serta memungkinkan perbandingan hasil penelitian dari berbagai negara.
Dapatkan informasi lainnya mengenai Industri Perunggasan di Indonesia dengan bergabung bersama kami di WhatsApp Channel Poultry Indonesia