Awardee CPBSA Batch 3 sedang mengikuti seminar
POULTRYINDONESIA, Jakarta – Bonus demografi yang digadang-gadang akan dinikmati oleh Indonesia pada tahun 2030 harus disiapkan oleh semua sektor pendukung ekonomi termasuk sektor perunggasan.
Dalam upaya membahas isu tersebut, Poultry Indonesia dan Badan Pengembangan Peternakan Indonesia (BPPI) bekerja sama dengan Indonesian Livestock Alliance (ILA) dan Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Peternakan Indonesia (FPPTPI), mengadakan seminar Indonesian Livestock Club (ILC) bertajuk ‘Menggagas SDM Unggul Perunggasan’, melalui aplikasi Zoom, Sabtu (4/7).
Menurut Andang S Indartono selaku moderator menjelaskan bahwa SDM di bidang perunggasan perlu disiapkan, karena tantangan SDM dalam kancah perdagangan global semakin kompleks.
“Di era milenial dan digital ini sangat dibutuhkan SDM yang brilian, mumpuni, berkarakter dan berdaya saing tinggi, baik di tingkat regional bahkan global,” kata Andang.
Para pemateri dalam acara tersebut merupakan para ahli di bidang SDM, baik dari kalangan akademisi seperti Prof. Suyadi selaku Sekjen FPPTPI sekaligus Dekan Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya, Prof. Ali Agus selaku Dekan Fakultas Peternakan UGM, juga dari perusahaan perunggasan yaitu Ir. Syafri Afriansyah selaku Head Of Human Capital Poultry Integration PT Charoen Pokphand Indonesia.
Baca Juga: SDM Peternakan Unggul Siap Menyongsong Indonesia Emas 2045
Menurut Prof. Suyadi, SDM yang dibutuhkan saat ini adalah SDM yang memiliki visi jauh ke depan, memiliki pola pikir yang kreatif dan inovatif, serta cepat tanggap dalam perubahan maupun goncangan.
“SDM yang dibutuhkan saat ini juga harus dapat menguasai dan mengimplementasikan IT sebagai tren industri di masa yang akan datang,” jelas Suyadi.
Sedangkan Prof. Ali Agus menyoroti tentang bagaimana salah satu negara eksportir unggas terbesar di dunia yaitu Brasil. Ali menyampaikan bahwa kesuksesan negara tersebut dalam menjadi eksportir daging ayam terbesar di dunia yang paling penting adalah bagaimana Brasil menginvestasikan dananya untuk membangung SDM di bidang perunggasan.
Menurut Ali, ada lima poin penting yang menjadikan Brasil sebagai eksportir daging ayam terbesar di dunia. Pertama yakni investasi di bidang SDM, kedua lahan, ketiga yaitu dukungan Industri, keempat inovasi dan teknologi. Selanjutnya yang kelima yaitu bagaimana pemerintah Brasil memberikan regulasi untuk usaha perunggasan yang berdaya saing.
Lalu dari segi industri, menurut Ir. Syafri Afriansyah, SDM yang dibutuhkan oleh industri yakni individu yang memiliki kompetensi, kemajuan dan tujuan. SDM tersebut juga harus memenuhi tiga aspek yaitu kompetensi, komitmen dan kontribusi.
“Ketiga faktor ini merupakan formulasi perkalian, maka jika salah satu sifat ini tidak didapat atau memiliki skor rendah, maka SDM yang unggul tidak akan terbentuk atau sulit untuk diwujudkan,” jelas Syafri.